- Cegah Kabut Asap Makin Tebal Polsek Tebing Tinggi Bagikan Masker kepada Masyarakat
- Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
- DPRD Meranti Panggil Sejumlah OPD, Bahas Persoalan Pergaulan Remaja dan Perlindungan Anak
- Siompu Kampar Riau Tampilkan Parade Manjujuong Dulang dan Baju Bakuduong
- H. Ian Machyar Terpilih Aklamasi sebagai Ketua BPC Perhumas Pekanbaru Periode 2026-2029
- Hendry Munief Dorong Digitalisasi UMKM untuk Perluas Pasar dan Tingkatkan Daya Saing
- Usai Putusan MK, Gibran Dihadapkan pada Opsi Mundur atau Mekanisme Pemberhentian
- Forkorindo Riau Kecam Dugaan Upaya PT MNI Kuasai Kembali Kebun Sawit dalam Kawasan Hutan
- Konsisten Rawat Infrastruktur, PT SSK Mitra Agrinas Dukung Optimalisasi Perkebunan di Inhu
- Delapan Ranperda Kabupaten Kampar Disetujui Dibahas Lebih Lanjut
Bertemu PM Norwegia, Jokowi Bahas Investasi IKN hingga Kondisi di Gaza

Dubai, Vokalonline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia telah sukses menurunkan emisi, lewat pengendalian deforestasi dan degradasi hutan yang sudah diakui secara global.
Hal ini disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre di sela-sela kegiatan World Climate Action Summit (WCAS) COP28 di Dubai pada Jumat (1/12).
Meski RI berhasil menurunkan emisi, namun hingga kini Jokowi mengatakan masih ada sejumlah komitmen result-based payment, yang belum direalisasikan atas pencapaian itu.
Pada pertemuan dengan PM Store, Jokowi juga menyayangkan adanya keraguan beberapa negara di Eropa terhadap komitmen RI soal pelestarian hutan dan lingkungan hidup.
"Saya berharap Norwegia dapat memberikan pandangan yang berimbang, khususnya terkait Peraturan Deforestasi Uni Eropa yang bersifat diskriminatif dan berdampak besar terhadap 16 juta orang yang sebagian besar adalah petani kecil," kata Jokowi, seperti dikutip dari pernyataan pers Sekretariat Presiden.
Kerja sama investasi juga dibahas dalam pertemuan Presiden Jokowi dan PM Store. Jokowi menyampaikan harapannya agar Norwegia bisa merealisasikan komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) secepatnya, termasuk investasi dalam pembangunan IKN sebagai kota pintar yang berbasis hutan.
"Pengalaman Norwegia dalam mengembangkan Oslo sudah terkenal secara global dan ini akan sangat berharga bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara," ungkap Jokowi.
Kedua pemimpin juga membahas situasi di Gaza, di mana Jokowi berharap Norwegia bisa memberi kontribusi terkait solusi perdamaian di Gaza.
"Saya sangat berharap Norwegia, sebagai fasilitator Perjanjian Oslo, dapat kembali berkontribusi dalam mencari solusi untuk segera dimulainya proses perdamaian berdasarkan solusi dua negara," kata Jokowi.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)








