- Pemkab Siak Soroti Truk ODOL yang Melintas di Jalan Sungai Rawa, Perusahaan Diajak Terlibat
- Bengkalis Kembali Raih Opini WTP, Torehkan Prestasi 13
- Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Melaksanakan Program DSS
- Kejari Meranti Kembali Terima Limpahan Kasus Datangnya dari Polda Riau
- Kapolsek Batang Cenaku Dorong Pengembangan Budidaya Ikan Nila untuk Kesejahteraan Masyarakat
- Camat Enok dan Kapolsek Enok Turun ke Lahan, Warga Suhada Tanam Jagung Kuartal 2
- Rektor UMRI Saidul Amin Terima JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership
- DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026
- Bupati Bengkalis Menyambut Kedatangan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru
- Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
Bertemu PM Norwegia, Jokowi Bahas Investasi IKN hingga Kondisi di Gaza

Dubai, Vokalonline.Com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia telah sukses menurunkan emisi, lewat pengendalian deforestasi dan degradasi hutan yang sudah diakui secara global.
Hal ini disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre di sela-sela kegiatan World Climate Action Summit (WCAS) COP28 di Dubai pada Jumat (1/12).
Meski RI berhasil menurunkan emisi, namun hingga kini Jokowi mengatakan masih ada sejumlah komitmen result-based payment, yang belum direalisasikan atas pencapaian itu.
Pada pertemuan dengan PM Store, Jokowi juga menyayangkan adanya keraguan beberapa negara di Eropa terhadap komitmen RI soal pelestarian hutan dan lingkungan hidup.
"Saya berharap Norwegia dapat memberikan pandangan yang berimbang, khususnya terkait Peraturan Deforestasi Uni Eropa yang bersifat diskriminatif dan berdampak besar terhadap 16 juta orang yang sebagian besar adalah petani kecil," kata Jokowi, seperti dikutip dari pernyataan pers Sekretariat Presiden.
Kerja sama investasi juga dibahas dalam pertemuan Presiden Jokowi dan PM Store. Jokowi menyampaikan harapannya agar Norwegia bisa merealisasikan komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) secepatnya, termasuk investasi dalam pembangunan IKN sebagai kota pintar yang berbasis hutan.
"Pengalaman Norwegia dalam mengembangkan Oslo sudah terkenal secara global dan ini akan sangat berharga bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara," ungkap Jokowi.
Kedua pemimpin juga membahas situasi di Gaza, di mana Jokowi berharap Norwegia bisa memberi kontribusi terkait solusi perdamaian di Gaza.
"Saya sangat berharap Norwegia, sebagai fasilitator Perjanjian Oslo, dapat kembali berkontribusi dalam mencari solusi untuk segera dimulainya proses perdamaian berdasarkan solusi dua negara," kata Jokowi.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









