Fakta Lontong Cap Go Meh, Sajian Khas Tahun Baru China

Publisher Vol/Ivn Kuliner
01 Mar 2021, 13:04:35 WIB
Fakta Lontong Cap Go Meh, Sajian Khas Tahun Baru China

Sajian makanan ini selalu ada ketika perayaan festival Cap Go Meh (foto: Herlworld Indonesia)


Vokalonline.com- Dilansir dari CNN Indonesia -- Lontong Cap Go Meh menjadi salah satu sajian khusus yang selalu ada pada akhir perayaan Tahun Baru China. Ada banyak fakta di balik gurihnya lontong Cap Go Meh.

Cap Go Meh dirayakan pada hari ke-15 setelah perayaan Imlek. Berbagai kuliner menghiasi perayaan Cap Go Meh, seperti salah satunya lontong Cap Go Meh. Lontong Cap Go Meh sendiri merupakan hidangan yang terbentuk berkat perpaduan dua budaya yang berbeda di Indonesia.

Berikut beberapa fakta tentang lontong Cap Go Meh, merangkum berbagai sumber.

1. Perpaduan budaya China dan Jawa

Semangkuk lontong Cap Go Meh hadir dengan kisah perpaduan budaya China dan Jawa. Lontong Cap Go Meh sendiri merupakan hidangan peranakan dari perpaduan antara budaya China dan Jawa. Konon, sajian ini pertama kali ditemukan di pesisir Pulau Jawa, tepatnya di Semarang pada abad ke-19.

Tak seperti di China, kebanyakan orang Tionghoa di Indonesia tinggal di kawasan-kawasan perkampungan. Di sana, mereka hidup berdampingan dengan masyarakat pribumi dengan etnis yang berbeda. Kondisi sedemikian rupa membuat asimilasi kebiasaan antara orang Tionghoa dan pribumi pun tercipta. Termasuk di antaranya soal budaya yang menyusup ke dalam semangkuk sajian istimewa lontong Cap Go Meh.

2. Terinspirasi dari ketupat Idulfitri

Dalam wawancara CNNIndonesia.com bersama budayawan Tionghoa, Jongkie Tio beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa lontong Cap Go Meh di Indonesia salah satunya terpengaruh oleh tradisi kupat masyarakat Jawa yang dilakukan untuk menyemarakkan perayaan Idulfitri.

Ketupat sendiri merupakan sajian berupa anyaman janur kelapa berbentuk persegi yang diisi beras. Ketupat biasa disantai bersama dengan opor ayam dan pelengkap lainnya. Melihat kebiasaan itu, warga Tionghoa pun menggunakannya sebagai ide untuk hantaran perayaan Cap Go Meh.

"Mereka pun punya akal. Ketupat dibikin lonjong, dan dipotong sehingga membentuk lingkaran lambang bulan purnama," kata Jongkie. Tapi, ada syarat lain yang perlu diketahui supaya sahih. Sajian harus menyertakan bubuk kedelai, dicang (parutan kelapa dan kedelai yang dikukus), dan abing (parutan kelapa yang dimaniskan).

3. Makna lontong Cap Go Meh

Secara keseluruhan, lontong Cap Go Meh menjadi lambang keberuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat China. Lontong dibungkus dengan daun pisang dengan bentuk yang memanjang. Bentuk memanjang dianggap sebagai simbol panjang umur. Selain itu, telur yang biasa hadir dalam semangkuk lontong juga memiliki arti keberuntungan. Kuahnya yang kuning keemasan juga disebut sebagai warna kemakmuran.

4. Lekat dengan nilai kebersamaan

Lontong Cap Go Meh hadir dengan tujuh jenis lauk yang menemani. Kehadiran tujuh jenis lauk dianggap menggambarkan nilai kebersamaan masyarakat Tionghoa. Dalam sebuah wawancara CNNIndonesia TV bersama dengan pengajar Sastra China Universitas Indonesia (UI), Agni Magalina, beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa lontong Cap Go Meh, yang menjadi rangkaian penyambutan Tahun Baru China, melambangkan nilai kebersamaan."Setiap perayaan Imlek, selalu ada hidangan untuk keluarga besar, dan di situ ada nilai kebersamaan," ujar Agni.

Lontong Cap Go Meh menjadi wujud pencampuran budaya yang menggambarkan hibriditas masyarakat Tionghoa di Indonesia, yang sangat adaptif pada lingkungan tempat mereka tinggal.

5. Disajikan dalam piring yang terisi penuh

Bukan hanya isiannya saja yang melambangkan makna-makna baik tertentu, penyajian semangkuk lontong Cap Go Meh pun tak lepas dari makna yang ingin disampaikan.

Setiap orang Tionghoa harus menyajikan lontong Cap Go Meh dalam satu mangkuk atau piring hingga terisi penuh. Dengan cara ini, masyarakat Tionghoa memohon dia untuk meminta rezeki yang berlimpah. Sama seperti bagaimana masyarakat Jawa yang kerap mengonsumsi sajian Lebaran dengan piring yang penuh sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan YME.

(asr/asr)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment