- Anggota DPR RI Hendry Munief Silaturahmi dengan Ratusan Tokoh Siak: Bahas Berbagai Hal
- Siswa SMKN 1 Rengat Barat Kini Dapat Belajar Lebih Optimal dengan Ruang Praktik Baru
- Hiburan Malam di Pekanbaru Dilarang Beroperasi selama Ramadan
- Hendry Munief Dorong BDI Medan Bentuk Lembaga Pendidikan Vokasi untuk Wilayah Sumbagut
- Polres Meranti Dukung Panen Raya Oplah Bersama Bupati di Desa Mekar Baru Rangsang Barat
- Pelayanan Prima Polri, SKCK hingga BPKB Kini Lebih Cepat, Mudah, dan Bebas Korupsi
- Polres Meranti Gelar Kurve Bersama Polsek linisektor Tampil Dalam Gerakan Indonesia Asri
- Lantik 5 Pejabat Administrator Sekda Siak Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN
- Hadiri Rakornas 2026, Bupati Asmar: Pemkab Meranti Siap Implementasikan Program Prioritas Presiden
- Wakapolres Meranti Pimpin Apel Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026
Ganjar Dorong Perluasan Produksi Tembakau di Jateng Agar Mendunia

Jakarta, VokalOnline.Com - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mendorong agar produksi tembakau di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dapat diperluas sehingga menjadi pusat produksi di dunia.
Hal tersebut disampaikan Ganjar usai mengunjungi Gudang Tembakau di Klaten, Jateng, pada Rabu (27/12). Ia menilai hal tersebut masih sangat mungkin dilakukan mengingat banyak tembakau berkualitas berasal dari wilayah Jateng.
Ia mencontohkan salah satu daerah yang terkenal dengan icon tembakau kelas dunia ialah kawasan Temanggung yang memproduksi tembakau Srintil.
"Tembakau dari Temanggung itu menjadi icon tembakau dunia loh dan kalau kita bicara Srintil itu hanya ada di Temanggung dan harganya mahal sekali," ujarnya kepada wartawan di lokasi.
"Itu kan Allah, Tuhan kasih rezeki buat kita, maka menurut saya perlu ada Pusat Tembakau di Indonesia dan tempat yang paling bagus ya di Jateng," imbuhnya.
Di sisi lain, Ganjar menyebut potensi menjadi Pusat Tembakau Dunia juga semakin terbuka lebar lantaran Jateng memiliki benih yang bagus. Ia mengatakan tembakau di Jateng selama ini bisa digunakan juga untuk industri kosmetik, farmasi, ataupun kebutuhan lainnya.
Ia menyebut selama ini tembakau yang dipanen dari Klaten dan Boyolali juga sudah menembus pasar ekspor. Oleh karenanya, kata dia, diperlukan hilirisasi sehingga industri hasil tembakau bisa tumbuh secara berkelanjutan dan memberi kontribusi maksimal bagi perekonomian.
"Itu lah kalau kita bicara ada proses di research, hilirisasi, jadi tembakau bisa diproses untuk apa saja, butuh tempat riset agar bisa berkembang, jangan dimatikan," tuturnya.
Lebih lanjut, Ganjar juga turut menyinggung perlunya ada perlindungan hukum terhadap para petani tembakau.
Pasalnya, kata dia, banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya dari industri tembakau termasuk para wanita tani.
"Mereka menggantungkan hidup selama puluhan tahun, mengerjakan pekerjaan detail di pabrik, mereka butuh ketenangan terhadap sumber penghasilan," pungkasnya.(fit)**
Berita Terkait :
_Black11.png)









