- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
ISPA Melanda Diskes Meranti Minta Masyarakat Jaga Kesehatan

Kadiskes Muhamad Fahri
Meranti, VokalOnline.Com - Kasus ISPA telah melanda 3.439 balita di daerah termasuk di Kepulauan Meranti Riau.Sementara itu untuk usia 9 hingga 60 tahun terdapat 5.500 kasus dan ini menjadi kwaspadaan masyarakat Dominan kasus kesehatan anak dengan rentan usia 2-9 tahun.
" Dari Data yang kami himpun, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memapapar ribuan anak di Kepulauan Meranti rata- rata berusia dini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Muhamad Fahri Kepada Media ini Senin (30/10/2023) Via Salulernya.
Selain itu, Fahri juga menghimbau untuk masyarakat jagalah daya tahan tubuh dengan cara beristirahat yang cukup, makan- makanan yang bergizi dan cuci tangan pakai sabun jaga kebersihan diri dan lingkungan kita.
Dijelaskan Fahri pula, ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, penularan melalui droplet yang mengandung bakteri atau virus, yang terhirup masuk ke dalam saluran napas dan gejala umumnya dialami oleh anak yang menderita ISPA, demam, kadang disertai sakit kepala dan batuk.
" Penyebabnya Selain karhutla, pola hidup. Khusus untuk anak yang mengalami Ispa karena rutinitas aktivitas belum dikontrol langsung oleh orang tua, seperti jajan sembarangan. Contoh ketika asyik bermain mereka jajan lupa cuci tangan, makan gosok hidung lagi, makan lagi,”jelas Fahri.(Bom)**
Berita Terkait :
- Bhayangkari Polda Riau Menggelar Pembukaan Penyampaian Hasil Rapat kerja Bhayangkari0
- Plt Bupati Asmar Hadiri Puncak Gebyar Bulan Bahasa Dan Kampanye Sekolah Sehat0
- Pemkab Meranti Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional0
- Pertama Kali Dikunjungi, Gubri Syamsuar Apresiasi SMK Perikanan Dumai0
- Fuja Kesuma Yube Jadi Narasumber pada Talkshow Kewirausahaan dan Strategi dalam Pemasaran0
_Black11.png)









