- Ratusan Petani Sungai Raya Bersiap Laporkan Dugaan Pengrusakan Kebun ke Polres Inhu
- Kekompakan Polsek GAS di Lahan Jagung, Petani Tidak Jalan Sendiri
- Alat Berat Masuk Diam-diam, Kebun Petani di Sungai Raya Hancur dan Konflik Meledak
- Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Cenaku Dukung Kesejahteraan Petani
- Gerak Cepat Polsek Merbau Tiga Pencuri Serang Walet Dibekuk Hanya Dalam Hitungan Jam
- Tragis, Seorang Ibu di Meranti Ditemukan Meninggal di Tangki Air Bawah Tanah
- Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Gelar Pekan Penghijauan XXXV untuk Rehabilitasi Sungai Kampar
- Prestasi Internasional: Rafif Adinata Ramadhan Masuk NUS, Inspirasi Pelajar Indonesia
- Rombongan Harmoni Kasih Rayakan Silaturahim Lewat Wisata Budaya Siak
- Siak, Wajah Budaya Melayu Indonesia, Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Kreatif
ISPA Melanda Diskes Meranti Minta Masyarakat Jaga Kesehatan

Kadiskes Muhamad Fahri
Meranti, VokalOnline.Com - Kasus ISPA telah melanda 3.439 balita di daerah termasuk di Kepulauan Meranti Riau.Sementara itu untuk usia 9 hingga 60 tahun terdapat 5.500 kasus dan ini menjadi kwaspadaan masyarakat Dominan kasus kesehatan anak dengan rentan usia 2-9 tahun.
" Dari Data yang kami himpun, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) memapapar ribuan anak di Kepulauan Meranti rata- rata berusia dini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Muhamad Fahri Kepada Media ini Senin (30/10/2023) Via Salulernya.
Selain itu, Fahri juga menghimbau untuk masyarakat jagalah daya tahan tubuh dengan cara beristirahat yang cukup, makan- makanan yang bergizi dan cuci tangan pakai sabun jaga kebersihan diri dan lingkungan kita.
Dijelaskan Fahri pula, ISPA disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus, penularan melalui droplet yang mengandung bakteri atau virus, yang terhirup masuk ke dalam saluran napas dan gejala umumnya dialami oleh anak yang menderita ISPA, demam, kadang disertai sakit kepala dan batuk.
" Penyebabnya Selain karhutla, pola hidup. Khusus untuk anak yang mengalami Ispa karena rutinitas aktivitas belum dikontrol langsung oleh orang tua, seperti jajan sembarangan. Contoh ketika asyik bermain mereka jajan lupa cuci tangan, makan gosok hidung lagi, makan lagi,”jelas Fahri.(Bom)**
Berita Terkait :
- Bhayangkari Polda Riau Menggelar Pembukaan Penyampaian Hasil Rapat kerja Bhayangkari0
- Plt Bupati Asmar Hadiri Puncak Gebyar Bulan Bahasa Dan Kampanye Sekolah Sehat0
- Pemkab Meranti Gelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional0
- Pertama Kali Dikunjungi, Gubri Syamsuar Apresiasi SMK Perikanan Dumai0
- Fuja Kesuma Yube Jadi Narasumber pada Talkshow Kewirausahaan dan Strategi dalam Pemasaran0
_Black11.png)









