Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur

Publisher Vol/Admin Opini
08 Feb 2021, 17:35:28 WIB
Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur

Rhanda Dian Trifany Ramli, ST


Oleh : Rhanda Dian Trifany Ramli, ST

Universitas Riau Pekanbaru

Program Pascasarjana Ilmu Lingkungan


ABSTRAK


Penulisan artikel ini untuk memberikan review terhadap jurnal penelitian

yang berjudul : “Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa

Lopana Kecamatan Amurang Timur Propinsi Sulawesi Utara”. Penelitian ini

dilakukan oleh Nadia Watung, Christian Dien dan Olvie Kotambunan dari

Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji

permasalahan sosial ekonomi di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur

Propinsi Sulawesi Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi

langsung dalam bentuk wawancara, pengamatan dan juga data sekunder dari

Kantor Desa Lopana. Karakteristik sosial ekonomi nelayan di Desa Lopana

memiliki tingkat kesadaran yang baik dalam pelestarian lingkungan.

Nelayan di Desa Lopana masih menggunakan peralatan pancing tradisional

yang bernama Soma Dampar dan Pancing Ulur yang dalam penggunaannya

memerlukan banyak tenaga sehingga dibutuhkan kondisi fisik yang baik

agar dapat terus bekerja.

Kata Kunci: Review, Karakteristik Sosial Ekonomi, Nelayan Desa

Lopana


PENDAHULUAN


Penulisan artikel ini untuk memberikan review terhadap jurnal

penelitian yang berjudul : “Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat

Nelayan di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur Propinsi Sulawesi

Utara”. Penelitian ini dilakukan oleh Nadia Watung, Christian Dien dan

Olvie Kotambunan dari Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui keadaan umum masyarakat nelayan di Desa Lopana dan

mengetahui aspek sosial serta aspek ekonomi dalam kehidupan masyarakat

nelayan.


Nelayan di desa Lopana kebanyakan masih menggunakan alat tangkap

soma dampar sebagai alat tangkap utama yang dilakukan secara turun

temurun. Sebenarnya mereka ingin mencoba alat tangkap lain yang lebih

modern dan efisien tapi karna keterbatasan modal yang dimiliki maka

mereka hanya dapat bertahan dengan alat tangkap yang ada.


METODE PENELITIAN


Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif

dengan dasar studi kasus di Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur,

Kabupaten Minahasa Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Desa Lopana

memiliki topografi yang sebagian besar merupakan dataran, sebagai desa

pesisir yang keadaan tanahnya berpasir, pada bagian timur terdapat

perbukitan yang merupakan perkebunan atau hutan rimba, ketinggian dari

permukaan laut kurang lebih 2 - 300 meter.


Desa Lopana memiliki tiga aliran sungai yaitu Malulu, Pentu dan

Sendoan. Sungai yang ada juga merupakan salah satu sumber air bersih

yang digunakan masyarakat desa. Desa Lopana berbatasan langsung dengan

Teluk Amurang di bagian Utara, Desa Tumpaan di bagian Timur, Hutan

Rimba di bagian selatan dan Desa Pondang d ibagian Barat.

Penelitian tersebut dilakukan selama tahun 2013 dan telah diterbitkan dalam

Jurnal Ilmiah PS. Agrobisnis Perikanan UNSRAT, Manado.


Jenis dan Sumber Data


Data dan informasi dikumpulkan melalui pengamatan langsung,

wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari Kantor Desa Lopana.


Metode Analisis Data


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis

deskriptif dengan menggunakan metode pengambilan data secara simple

random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana sehingga

setiap populasi mempunyai peluang yang sama untuk menjadi sampel atau

mewakili populasi.


Hasil dan Pembahasan


Nelayan di Desa Lopana masih menggunakan alat pancing

tradisional yang bernama Soma Dampar dan Pancing Ulur. Soma Dampar

secara garis besar terdiri dari bagian-bagian jaring seperti kantong, perut,

bahu dan sayap. Sedangkan Pancing ulur adalah salah satu jenis alat

tangkap yang sudah lama dikenal masyarakat nelayan. Penggunaan

pancing ialah dengan meletakan umpan pada mata pancing.


Rata-rata jumlah anggota keluarga dari 1 KK adalah 4-5 orang

dengan tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah dikarenakan

masih banyak nelayan yang tamat hanya sampai Sekolah Dasar. Untuk

tingkat kesehatan para nelayan cukup baik dengan kondisi lingkungan

yang bersih dan dengan rumah yang didominasi oleh rumah permanen dan

semi permanen, sehingga umumnya rumah yang dihuni adalah kriteri

rumah sehat. Desa Lopana juga memiliki kelompok sosial seperti PKK

yang dilakukan para ibu nelayan, Arisan nelayan yang diikuti para nelayan,

rukun kekeluargaan yang diikuti keluarga nelayan dan beberapa organisasi

lain yang diikuti.


Masyarakat nelayan di Desa Lopana umumnya membeli peralatan

pancing menggunakan modal yang berasal dari hasi penjualan harta

peninggalan nenek moyang berupa tanah atau kebun, dan juga dari

koperasi simpan pinjam. Sistem produksi nelayan Desa Lopana dilakukan

pada Siang dan Malam hari serta dipengaruhi oleh faktor cuaca dan musim

ikan. Hasil tangkapan ikan dapat langsung dijual ke pasar, ke konsumen di

Desa atau ke pelelangan.


Dari hasil pembahasan diatas dapat dianalisa bahwa data yang

dikumpulkan oleh peneliti belum mencakup semua aspek, melainkan

pembahasan pada bagian umumnya saja dan tidak mendetail. Hal ini dapat

diketahui dari data yang diperoleh berupa hanya bagian luar saja seperti

aspek kesehatan hanya mengambil penilaian dari lingkungan saja.


Masyarakat nelayan di Desa Lopana melakukan kegiatan menangkap ikan

tanpa membudidayakannya sehingga dapat menyebabkan penurunan

populasi ikan di perairan sekitar lokasi tersebut sehingga dapat memberikan

dampak buruk pada perekonomian masyarakat nelayan di Desa Lopana.


KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil dari kajian penelitian tersebut dapat di simpulkan dan

diberikan saran sebagai berikut:

1. Masyarakat nelayan Desa Lopana masih mengikuti cara tradisional

dalam penangkapan ikan yang dibuktikan pada penggunaan alat

pancing Soma Dampar dan Pancing Ulur

2. Masyarakat nelayan Desa Lopana memiliki tingkat kesadaran yang baik

dalam hal kelestarian lingkungan pesisir, hal ini diketahui dari

kebiasaan masyarakat sekitar yang selalu menjaga lingkungan dan tidak

membuang sampah sembarangan

3. Masyarakat nelayan Desa Lopana memiliki keterbatasan dalam modal

yang bertujuan untuk mengganti alat pancing dari alat tradisional

menjadi modern, sehingga masih dibutuhkan kondisi fisik yang

mendukung serta usaha lebih dalam melakukan penangkapan ikan

menggunakan alat pancing tradisional


UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Viktor

Amrifo, S.Pi., M. Si yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan

review kritik terhadap tugas jurnal yang diberikan serta kepada peneliti

Nadia Watung, Christian Dien dan Olvie Kotambunan atas Jurnal yang telah

diterbitkan untuk dijadikan sebagai referensi ulasan.


DAFTAR PUSTAKA

Nadia Watung, Christian Dien dan Olvie Kotambunan. 2013.

Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Lopana

Kecamatan Amurang Timur Propinsi Sulawesi Utara

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/akulturasi/article/view/13327

Diakses tanggal 10 Oktober 2020.***


Berita Terkait :




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment