- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
- Polres Meranti Berhasil Ciduk Oknum Guru Pencabulan Anak di Bawah Umur
- Pilkades Meranti 2026–2027 Digelar, Dinas PMD Ajak Warga Tak Takut Maju Jadi Kepala Desa
- Bupati Meranti Teken Kerja Sama dengan IBT Pelita Indonesia, Dorong SDM Unggul Berbasis Teknologi
- Kejari Meranti Kembali Gadangkan Program Jaksa Masuk Sekolah
Kenangan Marshal Mandalika Susah Payah Angkat Motor Marc Marquez

Marshal MotoGP Mandalika Sofyan Sauri (kanan) punya kenangan berkesan dengan Marc Marquez.
Lombok, VokalOnline.Com - Seorang marshal MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix 2023 Sofyan Sauri punya kenangan berkesan dengan Marc Marquez meski tugasnya berjaga-jaga di lintasan masih hitungan jari.
Sofyan yang berasal dari Praya, Lombok Tengah bukanlah marshal yang sudah kenyang pengalaman. Dari pengakuannya, Sofyan yang berusia 22 tahun baru tiga kali bertugas sebagai marshal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Momen pertama terjadi di MotoGP Mandalika 2022. Setelah itu, Sofyan kembali bertugas di WSBK Mandalika 2023 dan kini di MotoGP Mandalika 2023.
Uniknya pengalaman tak terlupakan itu menghampiri Sofyan justru dalam tugas pertamanya sebagai seorang marshal.
Saat gelaran MotoGP 2022, Sofyan bertugas sebagai marshal trek yang tugasnya mengevakuasi motor pembalap yang terjatuh.
"Pengalaman pertama saya, [di] MotoGP, saya ditaruh di trek. Di sana tempatnya jatuh Marquez itu [saat sesi warming up MotoGP Mandalika]," ucap Sofyan saat ditemui di area Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Jumat (13/10) sore waktu setempat.
Sebagai seorang marshal, pemuda yang berstatus mahasiswa di Institut Agama Islam Hanzanwadi, Lombok Timur itu bergerak cepat begitu melihat Marquez jatuh.
Sofyan mengatakan berupaya seorang diri mengangkat motor dengan berat mencapai ratusan kilogram itu seorang diri.
"Awalnya saya lari paling awal sendiri. Saya kira motornya ringan, tahu-tahu pas diangkat enggak gerak-gerak gitu," ujar Sofyan.
"Jadi akhirnya kami berenam yang ada di pos itu yang mengangkat. Kami berenam mengevakuasi motor itu ke pinggir saking beratnya," kata Sofyan menambahkan.
Pengalaman itu bukan saja menimbulkan kesan tersendiri tetapi juga dijadikan pelajaran berharga oleh Sofyan. Kini di MotoGP 2023, Sofyan punya tugas yang berbeda.
Ia tak lagi bertugas sebagai marshal trek. Sofyan dipercaya untuk menjadi marshal pit and grid atau juga dikenal dengan sebutan startline marshal.
"Tugas saya berdiri di tengah lintasan, di belakang pembalap. Di sana, saya itu sendiri di tengah lintasan berdiri memegang bendera merah," katanya.
"Saya tadi [sesi tes bebas, Jumat] belum bertugas karena baru pas race saja. Saya kalau enggak ada start race enggak bertugas."
Soal honor yang diterima sebagai marshal MotoGP Mandalika 2023, Sofyan enggan terang-terangan.
"Alhamdulillah cukup. Untuk sistemnya per event, semua marshal dibuatkan rekening dan langsung ditransfer [begitu seri MotoGP Mandalika selesai digelar]," tuturnya sembari mengungkapkan ada sekitar 380 orang warga lokal yang bertugas sebagai marshal di MotoGP Mandalika 2023.(fit)**
Berita Terkait :
- MGPA Beberkan Penonton MotoGP Mandalika Menurun Dibanding Tahun Lalu0
- Marc Marquez Akhirnya Naik Podium di Balapan Minggu MotoGP 20230
- Momen Pertama dan Terakhir Timnas Indonesia U-23 Tahan Uzbekistan0
- Jadwal MotoGP Jepang 2023, Balapan Siang0
- BREAKING NEWS: Indonesia Raih Medali Emas Perdana Lewat Cabor Menembak di Asian Games 20230
_Black11.png)









