- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Korban Tewas Serangan Rusia Ke Apartemen Ukraina Bertambah Jadi 30

Jakarta, VokalOnline.Com - Korban tewas akibat serangan roket Rusia yang menghantam sebuah gedung apartemen di Ukraina timur, telah bertambah menjadi 30 orang. Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di antara reruntuhan gedung lima lantai tersebut.
Dilansir dari kantor berita Reuters, Selasa (12/7/2022), tim penyelamat mengangkat seorang warga yang selamat dari reruntuhan dan membawa mayat dua orang dalam kantong jenazah berwarna putih. Para tentara juga membantu upaya penyelamatan di kota Chasiv Yar, provinsi Donetsk pada Senin (11/7) waktu setempat tersebut.
Menurut Dinas Darurat Negara Ukraina, sembilan orang telah diselamatkan sejauh ini.
Kyrylo Tymoshenko, wakil kepala kantor kepresidenan, mengatakan tim penyelamat telah membersihkan 65 persen dari puing-puing, dengan berat sekitar 170 ton, pada Senin sore waktu setempat.
Mengenai serangan roket ke gedung apartemen tersebut, Rusia membantah menargetkan warga sipil. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Senin "senjata berbasis darat presisi tinggi ... telah menghancurkan titik penempatan sementara" dari unit pertahanan teritorial Ukraina di Chasiv Yar.
Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Andriy Yermak, mengatakan serangan di kota Chasiv Yar di wilayah Donetsk tersebut adalah "serangan teroris berikutnya" dan Rusia harus ditetapkan sebagai negara sponsor terorisme.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari lalu, menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina dan menyingkirkan kaum nasionalis.
Konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua itu telah menewaskan ribuan orang, dan menyebabkan lebih dari 5,5 juta orang Ukraina melarikan diri dari negara mereka.
Kampanye militer Rusia kini difokuskan di Ukraina selatan dan wilayah Donbas, Ukraina timur, yang terdiri dari provinsi Luhansk dan Donetsk. Rusia ingin menyerahkan kendali jantung industri ini kepada separatis pro-Rusia yang telah mendeklarasikan kemerdekaan dari Ukraina. **Fira
Berita Terkait :
- Siak Sambut Mahasiswa KKN 514 , Mahasiswa Peduli Stunting0
- Hari Bhakti Adhyaksa Kejati Riau Dimeriahkan Sejumlah Perlombaan0
- Peringati Idul Adha, Ketua PKB Riau Abdul Wahid Sembelih 3 Ekor Sapi0
- Plt Bupati Kuansing Janji Bongkar Penikmat Hasil 500 Haktar Kebun Pemda selama 15 tahun0
- Bupati Kasmarni Menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bengkalis0
_Black11.png)









