- Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia
- Murid MAN 1 Pekanbaru Raih Bronze Medal di Olimpiade Astronomi Internasional IOAA Hanoi
- Jarak Pandang Hanya 3–4 Meter di Kelok 17, Pengendara Diminta Ekstra Waspada
- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
Syahrul Aidi Serukan Penghormatan HAM bagi Minoritas Muslim di Forum Parlemen Dunia

ARUSHA TANZANIA, VokalOnline.Com - Selain menyuarakan persoalan Palestina dan Sudan, kondisi minoritas Muslim di India turut menjadi perhatian Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam rangkaian Sidang ke-153 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Arusha, Tanzania.
Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengatakan persoalan yang dihadapi komunitas Muslim di India perlu mendapat perhatian masyarakat internasional. Hal itu disampaikannya dalam salah satu rangkaian kegiatan IPU yaitu pertemuan parlemen negara Islam yang dikenal dengan nama Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) pada Senin (6/10/2026) waktu setempat.
Menurut Syahrul Aidi, berbagai laporan lembaga hak asasi manusia internasional mencatat adanya tindakan diskriminasi, intimidasi dan kekerasan terhadap komunitas Muslim di India. Dalam sejumlah kasus, laporan tersebut juga menyoroti pembongkaran rumah, properti hingga tempat ibadah.
"Kondisi seperti ini tidak boleh luput dari perhatian masyarakat internasional," ujar Syahrul Aidi.
Karena itu, ia mendorong parlemen negara-negara Muslim, khususnya melalui forum parlemen dunia, untuk menyatakan sikap dan menyerukan kepada Pemerintah India agar sungguh-sungguh menghormati hak asasi manusia, kebebasan beragama serta hak-hak kelompok minoritas.
"Kita menghormati kedaulatan setiap negara. Namun pada saat yang sama, penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia adalah nilai universal yang menjadi tanggung jawab bersama," katanya.
Syahrul Aidi menegaskan, tidak boleh ada seseorang yang kehilangan rasa aman hanya karena agama yang dianutnya. Demikian pula tidak boleh ada masyarakat yang mengalami intimidasi dan diskriminasi hanya karena mereka merupakan kelompok minoritas.
Menurutnya, persoalan kemanusiaan harus menjadi perhatian bersama parlemen dunia tanpa membedakan latar belakang agama maupun negara.
"Palestina harus kita suarakan. Sudan harus kita pedulikan. Dan penderitaan minoritas Muslim di berbagai belahan dunia juga tidak boleh kita abaikan," tegasnya.
Dari Arusha, Tanzania, Syahrul Aidi menyerukan agar parlemen dunia tidak hanya berbicara mengenai demokrasi dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga berdiri teguh dalam memperjuangkan keadilan, kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi setiap manusia tanpa diskriminasi.(**)
Berita Terkait :
- Wajib Punya IATA Travel Pass Mulai 1 Mei di Singapura0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
- Mulai Awal Ramadhan Arab Saudi Izinkan Umrah Untuk Jamaah Yang Sudah di Vaksin0
- Militer Israel Memiliki Jet Tempur Pengintai Baru0
- Ketua ASEAN Akan Adakan Pertemuan di Jakarta Bahas Krisis Myanmar0
_Black11.png)








