- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
Buka Rembuk Stunting 2024, Bupati Minta Fokus Terhadap Anak-Anak Suspek Stunting

Pelalawan,VokalOnline.Com,- Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Pelalawan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Rembuk Stunting tingkat Kabupaten, Selasa (30/07/2024). Kegiatan berlangsung di Auditorium lantai III Kantor Bupati Pelalawan dibuka secara resmi oleh Bupati Pelalawan H Zukri, SE.
Bupati Zukri dalam sambutannya menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan tugas dan kewajiban untuk memperhatikan generasi penerus bangsa dengan memastikan tumbuh dan kembangnya terjaga. Beliau menambahkan bahwa data terakhir, Kabupaten Pelalawan masuk dalam 3 besar penurunan stunting di Provinsi Riau. Data hari ini, balita yang ditimbang dan di ukur berjumlah 31.000, dengan suspect stunting 66 orang, sehingga diperkirakan angka stunting di Kabupaten Pelalawan hanya 0,2%.
" Saya mau kita fokus dahulu terhadap anak-anak yang suspek stunting, karena rembuk stunting ini menurut saya yang paling penting itu adalah intervensinya atau actionnya, maka saya ingin agar PKK, perusahaan serta para stakeholder agar turut andil agar kita bisa mempercepat penurunan stunting," harap bupati.
Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini menginginkan agar perusahaan yang ada di wilayah Pelalawan untuk ikut andil menjadi orang tua asuh bagi anak-anak suspek stunting. Untuk itu, Beliau mengharapkan kepada Camat untuk memastikan 66 anak yang masuk dalam suspek stunting ini agar dicarikan orang tua asuh. Kepada seluruh tim percepatan penurunan stunting, Bupati menginginkan agar mempersiapkan orang tua asuh.
" Pak Camat, tolong pastikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan karena satu bulan ke depan saya minta penimbangan lagi dan setiap bulan Saya minta datanya. Saya juga ingin laporan intervensi apa saja yang dilakukan dan kita lihat sambil didiagnosa penyebabnya, apakah memang kekurangan gizi, karena faktor lingkungan yang tidak sehat atau ada faktor-faktor lain sehingga nanti akan ketemu problemnya dan solusinya apa. 66 anak ini kita targetkan di bulan Desember 2024 ini semoga tidak lagi suspek stunting dan Pelalawan menjadi zero stunting," tegas bupati.
Bupati juga meminta agar data 66 anak suspek stunting ini diberikan kepada Baznas Pelalawan, agar dapat intervensi khusus dari Baznas jika ternyata termasuk dalam kategori fakir dan miskin. Dalam kegiatan yang sama juga dilakukan penandatanganan MoU TPPS Kabupaten Pelalawan dan Tanoto foundation dan PT. Asian Agri serta penandatangan komitmen bersama pentahelix aksi konvergensi stunting Kabupaten Pelalawan.**(jon/rls)
Berita Terkait :
_Black11.png)









