- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Kemenkes Klaim Tersisa 9 Provinsi Masih Alami Kenaikan Kasus Covid-19

Warga cenderung tetap beraktivitas di luar rumah untuk bekerja dalam masa PPKM level 2 meski saat ini dibayangi lonjakan kasus baru Covid-19 terutama karena varian Omicron. Kamis (4/2/2022).
Jakarta, VokalOnline.Com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim perkembangan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia menunjukkan tren penurunan kasus selama beberapa pekan terakhir. Kendati demikian, jumlah kasus kematian mingguan masih menunjukkan tren peningkatan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi mengatakan terkini sudah ada 25 provinsi yang mengalami tren penurunan kasus, sementara 9 provinsi lainnya masih menunjukkan angka kasus harian yang meningkat. Namun Nadia tidak merinci 9 provinsi tersebut.
"Data-data harian penanganan pandemi secara nasional memang menunjukkan perbaikan, namun kami imbau agar masyarakat tidak lengah," kata Nadia dikutip dari situs resmi Kemenkes, Kamis (10/3). dilansir dari cnn indonesia.
Nadia melanjutkan, tren penurunan kasus ini juga diikuti dengan menurunnya keterisian rumah sakit di 27 provinsi, sementara 7 provinsi masih belum menunjukkan tren penurunan. Ia menambahkan, tren keterisian rumah sakit Covid-19 nasional masih berada di 27 persen. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 ini pun sekaligus meminta agar masyarakat segera mengakses program vaksinasi Covid-19 baik untuk dosis primer satu dan dua, maupun dosis lanjutan atau booster.
"Salah satu syarat terpenting untuk pelonggaran aktivitas masyarakat di masa pandemi adalah memenuhi program vaksinasi. Ini bukan sekadar aturan pemerintah yang patut diikuti, namun juga mempertahankan kita dari risiko berat terinfeksi Covid-19," lanjutnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan harian pemerintah, tercatat selama periode 24 Februari-2 Maret jumlah kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 dalam sepekan berjumlah 279.194 kasus. Sementara pada periode 3-9 Maret, penambahan kasus Covid-19 mingguan menurun menjadi 196.493 kasus.
Sementara kondisi kenaikan kasus terjadi pada jumlah kasus kematian warga akibat Covid-19. Tercatat selama periode 24 Februari-2 Maret, jumlah kumulatif kasus kematian Covid-19 sebanyak 2.011 kasus. Sementara pada periode 3-9 Maret, kasus mingguan kematian meningkat menjadi 2.099 kasus.**vol/jn
Berita Terkait :
- Bareskrim Sita Aset Senilai Rp1,5 T dari Kasus Investasi Bodong0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
- Jokowi Optimis Ekspor Mobil Pelabuhan Patimban Terus Meningkat0
- Banjir Bandang Kabupaten Malang, Satu Warga Meninggal Dunia0
_Black11.png)









