- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Koleksi Saham yang Menjanjikan Cuan di Tengah Rilis Data Ekonomi

VokalOnline.Com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,95 poin atau naik 0,16 persen ke level 7.045 pada perdagangan pekan lalu. Investor asing membukukan beli bersih Rp823,92 miliar selama sepekan.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham tercatat menguat tiga kali dan melemah dua kali. Secara total, performa indeks saham melemah 0,15 persen.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mengatakan rata-rata nilai transaksi harian bursa naik sebesar 2,62 persen, yaitu jadi Rp13,35 triliun dari Rp13,01 triliun pada pekan lalu.
Meskipun, kapitalisasi pasar bursa menurun 0,27 persen menjadi Rp9.342 triliun dari Rp9.368 triliun pada pekan yang lalu.Frekuensi transaksi harian bursa juga menurun sebesar 1,98 persen dari 1.219.787 transaksi pada pekan lalu menjadi 1.195.583 transaksi.
"Sementara itu, perubahan sebesar 6,35 persen terjadi pada rata-rata volume transaksi bursa menjadi 20,65 miliar saham dari 22,05 miliar saham pada pekan lalu," ungkapnya seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (4/11).
Pelatih investasi saham dan derivatif sekaligus CEO Akela Trading System Hary Suwanda menyebut IHSG pekan ini diprediksi menguat. Rentang pergerakan di level support 6.964 dan resistance 7.132.
Langkah bank sentral AS, The Fed, yang kembali menaikkan suku bunga 75 bps menjadi 3,75 hingga 4 persen sudah dapat diprediksi. Namun, investor khawatir dengan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengatakan terlalu dini untuk menghentikan kenaikan suku bunga acuan.
Sementara, sentimen positif datang dari rilis data Non-Farm Payroll (NFP) AS yang menunjukkan penguatan pertumbuhan tenaga kerja. Hal itu menunjukkan bahwa ekonomi AS tidak mengalami kontraksi atau resesi seperti yang dikhawatirkan.
Kemudian, kabar China mulai membuka lockdown di beberapa tempat menandakan penerapan kebijakan nol-covid melunak. Bursa Shanghai dan Hangseng pun langsung menguat signifikan pada sesi perdagangan Jumat (4/11) lalu.
"Secara teknikal IHSG berpotensi bullish, sehingga bagi trader ini adalah peluang untuk mengoleksi beberapa saham yang mulai rebound. Secara jangka panjang IHSG masih bullish, sehingga bagi investor tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"**Syafira
Berita Terkait :
- IHSG Diprediksi Menghijau Menanti Angka Pertumbuhan Ekonomi0
- Hasil Uji Lemigas: Oktan Pertalite 90,70
- Pemerintah Kejar Pembangunan Rumah Ribuan Pekerja Konstruksi di IKN0
- Tiket KA untuk Libur Natal dan Tahun Baru Dijual Mulai Senin Besok0
- TNI Bangun Tugu TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR0
_Black11.png)








