- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
- RAPP Terima Penghargaan Industry Marketing Champion 2026 dari MarkPlus
- RAPP Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla di Riau
- RAPP Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Perkuat Dukungan Bagi Tumbuh Kembang Anak
Kunci Sukses Perusahaan Ini Tanpa Karhutla Setelah 25 Tahun Beroperasi

Proses pemadaman kebakaran lahan oleh Satgas Karhutla Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - PT Perkebunan Nusantara V melaksanakan apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bersempena dengan Hari Hutan Sedunia pada 21 Maret, perusahaan kebun milik negara ini menyatakan pencegahan menjadi kunci utama mengatasi bencana tahunan di Riau itu.
CEO PTPN V Jatmiko K Santosa menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya selalu berhasil menerapkan strategi pencegahan sehingga bebas dari karhutla. Setiap tahun selalu dipersiapkan berbagai langkah di daerah operasi.
"25 tahun kita mampu menjaga areal kita bebas bakar, pertahankan itu. Seluruh insan PTPN V harus terus menjaga konsistensi bebas bakar PTPN V," kata Jatmiko K Santosa di Unit Kebun Sei Pagar, Kabupaten Kampar.
Jatmiko menceritakan, PTPN V berdiri sejak 1996 dan selalu berkomitmen menerapkan zero burning atau membuka lahan tanpa bakar. Perusahaan juga rutin patroli menjaga areal agar pihak luar tidak masuk ke kebun.
PTPN V juga melarang karyawan membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi saat ini di Riau sudah masuk musim kering sehingga api sekecil apapun bisa menjadi petaka di perkebunan.
"Komitmen bebas bakar mengantarkan PTPN V juga mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga sertifikasi nasional maupun internasional," sebut Jatmiko.
Jatmiko menyebut saat ini seluruh pabrik kelapa sawit PTPN V mengantongi sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan sertifikat International Sustainability Carbon Certification (ISCC) serta Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).
Tidak ketinggalan sertifikasi ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan (SML) dan Sistem Manejemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) yang diatur oleh PP No 50 Tahun 2012. Berbagai sertifikasi tersebut mengatur pola-pola tanpa bakar dalam budidaya sawit yang lestari.
"Kita telah terbitkan pedoman-pedoman pencegahan dan antisipasi karhutla sesuai standar Palm Oil Sustainability. Maka tidak hanya tim tanggap darurat yang ada di setiap unit yang bertanggung jawab, tapi seluruh kita harus menjaga dan saling mengingatkan agar areal kita selalu aman dan terbebas dari kebakaran," tegas Jatmiko.
PTPN tercatat sebagai satu-satunya perkebunan negara pertama yang seluruh unit Pabrik Kelapa Sawit dan kebun penunjangnya telah bersertifikasi ISPO. ISPO adalah sertifikasi bersifat mandatory (wajib) berdasarkan Permentan Nomor 11/2015.
Jatmiko menambahkan, RSPO dan ISCC merupakan sertifikasi standar energi terbarukan Uni Eropa (EU Renewable Energy Directive) sebagai upaya menembus pasar ekspor Uni Eropa, salah satunya dengan penerapan sawit lestari dan tanpa bakar.
Untuk mendukung komitmen bebas bakar, perusahaan juga menyiapkan beragam sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan.
"Sarana dan prasarana serta tenaga terlatih telah disiapkan di setiap unit kebun kita, bekerjasama dengan instansi setempat, tim tanggap darurat perusahaan telah dibekali tata cara pencegahan dan penanganan karhutla," tegas Jatmiko.
Ia merincikan di setiap kebun anak perusahaan holding BUMN Perkebunan itu, PTPN V menyiapkan peralatan standar pemadam kebakaran mulai dari mini striker hingga mobil dengan tangki pemadam kebakaran.
Selain fokus pada internal perusahaan, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Riau itu meminta karyawan PTPN V agar tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah setempat.
"Jika ada lahan terbakar di luar areal kita, langsung turun, bantu padamkan. Patroli juga harus terus rutin dilaksanakan. Belajar dari tahun lalu, ada perusahaan yang menjadi korban sabotase, jangan sampai ini terjadi," ujarnya.
Selain itu, PTPN V juga fokus dalam membantu satuan tugas karhutla yang dibentuk pemerintah. Terakhir, PTPN V turut memperkuat Kodim 0313 Kampar yang menjadi bagian dari Satgas Karhutla medio tahun lalu.
Pemerintah Provinsi Riau diketahui telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak 15 Februari hingga 31 Oktober 2021, untuk mengantisipasi musim kemarau panjang pada tahun ini agar tidak terulang bencana asap akibat Karhutla. (syu)
Berita Terkait :
- Kejari Pelalawan Ungkap Alasan Melanjutkan Eksekusi Lahan Desa Gondai0
- Selain Tekankan Pertahankan Juara Umum, Bupati Kampar Berharap IPSI Kompak0
- Pemerintah Pusat Harus Hadir Selesaikan Persoalan Lahan Desa Pangkalan Gondai0
- Polsek Tampan Tangkap Tiga Pemeras di Garuda Sakti0
- Camat H Abukari Berharap Yayasan Homan Jamin Buat Komplek Pendidikan0
_Black11.png)








