- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
MGPA Beberkan Penonton MotoGP Mandalika Menurun Dibanding Tahun Lalu

Penonton MotoGP Mandalika 2023 secara total menurun dibanding tahun lalu.
Mandalika, VokalOnline.Com - CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menjelaskan penurunan jumlah penonton MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix dibanding tahun lalu.
Priandhi menyatakan ada penurunan jumlah penonton secara keseluruhan, namun ia menilai hal tersebut adalah sesuatu yang wajar karena tahun lalu merupakan debut MotoGP Mandalika.
"Kalau total penonton kurang lebih mungkin boleh dibilang sedikit lebih turun dibandingkan tahun lalu ya. Tahun lalu adalah ajang pertama pagelaran Indonesia Grand Prix 2022 semua orang ingin datang, semua orang ingin tahu," ujar Priandhi kepada CNNIndonesia, Sabtu (14/10) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Priandhi menjelaskan pasar penonton MotoGP Mandalika akan mencapai keseimbangan pada penyelenggaraan tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain Priandhi juga memastikan MGPA bakal mengemas MotoGP Mandalika sebagai ajang yang bisa menarik minat penonton.
"Di mana-mana event pertama biasanya selalu ramai ya, kemudian di event kedua ke tiga mulai menurun dan nanti naik sedikit-sedikit sampai tercapai keseimbangannya," kata Priandhi.
"Jadi ya ini sedang tahun kedua, kita belajar apakah market-nya di Jakarta atau market-nya di Jawa Timur atau di Bali atau di NTB dan ini setiap market ini kan kita harus sesuaikan caranya supaya cocok bagi target marketnya ya. Jadi ini proses," ucapnya menambahkan.
Menyoal tribune penonton yang tak dibuka untuk umum pada saat latihan hari pertama, Jumat (13/10), Priandhi menjelaskan MGPA masih dalam tahap pembelajaran agar mendapat formula tepat menggaet penonton.
MGPA tak ingin menjiplak mutlak penjualan tiket seperti yang dilakukan tahun lalu, karena memandang ada perbedaan skema jadwal balapan khususnya pada hari Sabtu.
"Ini kan kita juga harus belajar ya, enggak bisa dibuka terus-terusan kalau penontonnya enggak ada. Jadi ya ini kita lagi tahun kedua ini kita lagi belajar nih market-nya apa sih, plus kita tahun kedua nggak bisa nyontek persis tahun lalu karena tahun kedua ini ternyata MotoGP punya event tambahan namanya Sprint Race."
"Jadi kan kita harus lihat nih Jumat seperti apa, Sabtu seperti apa, Minggu seperti apa, tahun depan akan kita kemas lagi sesuatu yang lebih menarik," tuturnya.
Sementara acara tambahan di luar arena balap seperti pameran UMKM, otomotif dan panggung musik tetap diselenggarakan MGPA guna menambah keramaian pelaksanaan MotoGP Mandalika.(fit)**
Berita Terkait :
- Marc Marquez Akhirnya Naik Podium di Balapan Minggu MotoGP 20230
- Momen Pertama dan Terakhir Timnas Indonesia U-23 Tahan Uzbekistan0
- Jadwal MotoGP Jepang 2023, Balapan Siang0
- BREAKING NEWS: Indonesia Raih Medali Emas Perdana Lewat Cabor Menembak di Asian Games 20230
- Dayung Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games 20230
_Black11.png)









