- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Parah Belum Ada Perawatan Pemprov dan Pemda Meranti Jembatan Perawang Ambruk
.jpg)
Meranti, VokalOnline.Com - Sekira pukul 23:15 Wi Jembatan Perawang yang berada di Desa Selat Akar dan menghubungkan antara beberapa desa di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti ambruk pada Senin (14/8/2023) Malam.
Diketahui bahwa, Jembatan tersebut sepanjang 200 meter itu ambruk dan jatuh ke sungai diduga akibat tiang penahan konstruksi sudah keropos dan cukup lama.
Hal ini benarkan, Camat Tasik Putri Puyu, Zainal mengatakan bahwa sebelum ambruk, jembatan tersebut mengeluarkan bunyi. Begitu mendengar suara keras tersebut, warga setempat pun langsung berhamburan, keluar rumah mendekati sumber suara.
" Dengan lokasi itu seolah menjadi destinasi wisata baru, banyak warga yang berkerumun disana. Dikatakan tidak ada korban jiwa dilaporkan atas insiden tersebut," kata Zainal
Menurut Zainal Pula, Kejadian itu sekitar jam 11 lewat. Sebelum ambruk mengeluarkan suara seperti dentuman. Saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, karena saat itu kondisi jembatan sedang sepi.
Dia menjelaskan bahwa, jembatan yang dibangun pada zaman Kabupaten Bengkalis itu selesai pengerjaannya pada tahun 2007 silam dan sejak Kepulauan Meranti dimekarkan menjadi sebuah kabupaten, jembatan itu belum ada dilakukan pemeliharaan sama sekali.
"Meski sempat Dinas PUPR Provinsi Riau PLt Bupati Asmar meninjau lokasi itu sebelumnya, namun belum ada dilakukan pemeliharaan sejak dibangun dan saat ini jembatan tersebut menjadi wewenangnya PUPR Provinsi Riau. Kondisi jembatan yang patah panjangnya sekitar 70 meter dan ambruk ke dalam sungai," jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa jembatan ini menjadi salah satu akses utama yang dilalui masyarakat, termasuk menjadi satu-satunya akses masyarakat memasarkan hasil perkebunan dan perikanan ke Kecamatan Merbau dan akses transportasi utama menuju ke ibu kota kabupaten di Kota Selatpanjang.
" Sehingga akibat putusnya jembatan tersebut, ribuan masyarakat di wilayah tersebut terancam kesulitan untuk beraktivitas secara ekonomi guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," pungkasnya.
Dikatakan Zainal pula, Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tasik Putripuyu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses orang untuk berurusan ke ibukota Kecamatan Merbau dan ibukota kabupaten di Selatpanjang.
" Adapun selain akses orang yang tidak bisa dilewati dan barang akses barang yang terancam tidak bisadidistribusikan, pasokan listrik untuk Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari Teluk Belitung juga terancam," kata Zainal.
Ia menambahkan, saat ini listrik di seluruh Kecamatan Tasik Putripuyu yang berasal dari pasokan tenaga listrik di Teluk Belitung mengalami mati total akibat ambruknya jembatan tersebut.(Bom)**
Berita Terkait :
- Plt Bupati Asmar dan Istri Tinjau Kontingen Pramuka Meranti di Cibubur0
- HUT Pramuka Ke 62, Ini Harapan Penggiat Pramuka Di Rokan Hilir0
- Pedagang Bendera Raih Keuntungan di Kota Sagu Momentum HUT RI0
- Walikota Pekanbaru Resmikan Taman Pancing Raudhah Nurul Ibadah0
- Plt Bupati Asmar Buka Lomba Mancing Timang Sungai Suir 20230
_Black11.png)








