- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Pemilik TikTok Bajak Bos Xiaomi, Shou Zi Chew

Perusahaan ByteDance(tribunnews.com)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi China dan pemilik TikTok, ByteDance merekrut bos Xiaomi Shou Zi Chew. Di ByteDance, Shou Zi Chew bakal menduduki posisi chief finance officer (CFO) atau kepala keuangan.
Dalam unggahan di media sosial, Shou Zi Chew mengatakan akan berbasis di Singapura untuk menjalankan jabatan barunya itu.
Shou Zi Chew disebut telah mengetahui ByteDance sejak dia bekerja untuk perusahaan ekuitas swasta DST yang menjadi investor awal ByteDance.
"Saya yakin pengalaman Chew dapat membantu kami memperluas bisnis global kami lebih jauh," kata kepala sumber daya ByteDance, Liang Rubo dalam sebuah memo, dikutip dari Reuters.
Xiaomi juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Shou Zi Chew telah resign atau mengundurkan diri dari posisinya di perusahaan ponsel itu pada Rabu (24/3).
Terpilihnya Shou Zi Chew semakin menguatkan dugaan perusahaan yang menaungi TikTok itu bakal segera melantai di bursa atau initial public offering (IPO).
ByteDance saat ini dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk IPO.
Pertama, mendaftarkan anak usahanya seperti Douyin atau TikTok versi China secara sendiri-sendiri. Sedangkan yang kedua, menggabung beberapa anak usaha misalnya Douyin dan agregator berita Jinri Toutiao sebagai satu kesatuan.
Bytedance juga sedang memilih lokasi bursa yang tepat untuk anak usahanya ini. Dua kandidat yang ada saat ini adalah bursa di Hong Kong dan Shanghai.
Sementara untuk bisnis non-China seperti TikTok, ByteDance tengah mempertimbangkan antara pasar saham di Eropa atau di Amerika Serikat.
ByteDance merupakan salah satu perusahaan yang kini sedang naik daun, salah satunya karena TikTok yang fenomenal. Awal tahun ini, mereka bahkan mendapat gelontoran dana senilai US$180 miliar.
(ptj/end)
Berita Terkait :
- Ketahanan Amazfit T-Rex Pro0
- Oppo Band Sudah Rilis Di Indonesia0
- Bocoran Tanggal Rilis Lenovo Legion 2 Pro0
- Black Shark 4 Akan Hadir Dengan Pengisian 140W0
- Kelebihan Prosesor Baru Snapdragon 8600
_Black11.png)









