- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Pemilik TikTok Bajak Bos Xiaomi, Shou Zi Chew

Perusahaan ByteDance(tribunnews.com)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi China dan pemilik TikTok, ByteDance merekrut bos Xiaomi Shou Zi Chew. Di ByteDance, Shou Zi Chew bakal menduduki posisi chief finance officer (CFO) atau kepala keuangan.
Dalam unggahan di media sosial, Shou Zi Chew mengatakan akan berbasis di Singapura untuk menjalankan jabatan barunya itu.
Shou Zi Chew disebut telah mengetahui ByteDance sejak dia bekerja untuk perusahaan ekuitas swasta DST yang menjadi investor awal ByteDance.
"Saya yakin pengalaman Chew dapat membantu kami memperluas bisnis global kami lebih jauh," kata kepala sumber daya ByteDance, Liang Rubo dalam sebuah memo, dikutip dari Reuters.
Xiaomi juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Shou Zi Chew telah resign atau mengundurkan diri dari posisinya di perusahaan ponsel itu pada Rabu (24/3).
Terpilihnya Shou Zi Chew semakin menguatkan dugaan perusahaan yang menaungi TikTok itu bakal segera melantai di bursa atau initial public offering (IPO).
ByteDance saat ini dikabarkan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi untuk IPO.
Pertama, mendaftarkan anak usahanya seperti Douyin atau TikTok versi China secara sendiri-sendiri. Sedangkan yang kedua, menggabung beberapa anak usaha misalnya Douyin dan agregator berita Jinri Toutiao sebagai satu kesatuan.
Bytedance juga sedang memilih lokasi bursa yang tepat untuk anak usahanya ini. Dua kandidat yang ada saat ini adalah bursa di Hong Kong dan Shanghai.
Sementara untuk bisnis non-China seperti TikTok, ByteDance tengah mempertimbangkan antara pasar saham di Eropa atau di Amerika Serikat.
ByteDance merupakan salah satu perusahaan yang kini sedang naik daun, salah satunya karena TikTok yang fenomenal. Awal tahun ini, mereka bahkan mendapat gelontoran dana senilai US$180 miliar.
(ptj/end)
Berita Terkait :
- Ketahanan Amazfit T-Rex Pro0
- Oppo Band Sudah Rilis Di Indonesia0
- Bocoran Tanggal Rilis Lenovo Legion 2 Pro0
- Black Shark 4 Akan Hadir Dengan Pengisian 140W0
- Kelebihan Prosesor Baru Snapdragon 8600
_Black11.png)









