- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
Prajurit TNI Tangkap Dua Pencuri Kabel di Markas

Salah satu tersangka pencurian kabel di Detasemen Pembekalan Angutan TNI Angkatan Darat.
Pekanbaru, VokalOnline.Com -Dua pencuri kabel di Pekanbaru ini, SP dan MA, terbilang nekat. Keduanya beraksi di markas TNI Angkatan Darat persisnya di Detasemen Pembekalan Angkutan (Dankebang) pada 27 Agustus 2022.
Kisah nekat pencurian kabel ini sudah bisa ditebak akhirnya. Keduanya tertangkap tangan membawa kabel dari lokasi itu oleh sejumlah prajurit lalu diserahkan ke Polresta Pekanbaru.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan menjelaskan, keduanya datang ke Dankebang di Jalan Jenderal Sudirman. Keduanya berpura-pura menjadi pegawai dari biro PLN.
Keduanya masuk melalui pintu piket dan meminta izin kepada prajurit jaga. Awalnya tidak ada kecurigaan dari petugas piket sehingga keduanya masuk dan memotong sejumlah kabel di lokasi.
Tak lama setelah itu, keduanya didatangi petugas piket karena curiga kabel yang diambil sudah terpasang di tiang listrik. Petugas tadi menanyai identitas sebagai petugas PLN tapi keduanya tak bisa memperlihatkan.
"Keduanya akhirnya mengaku ke lokasi untuk mencuri kabel grounding," kata Andrie, Minggu petang, 29 Agustus 2022.
Setelah diserahkan ke polisi, keduanya mengaku nekat mencuri kabel, meskipun itu di markas TNI, karena himpitan ekonomi.
"Keduanya mengaku sudah mencuri kabel di 7 lokasi berbeda di Pekanbaru," ucap Andrie.
Kemana saja keduanya menjual hasil kejahatan selama ini, Andrie menyebut keduanya masih diperiksa.
"Kalau untuk pencurian yang terakhir ini belum sempat terjual karena tertangkap duluan, nilai kabel yang telah dipotong Rp5 juta," kata Andrie.
Berita Terkait :
- Dua Tahun Tertunda Tour de Siak Digelar 24 November Mendatang0
- Menteri LHK akan Ampuni 1,4 Juta Hektare Lahan Sawit Ilegal di Riau0
- Sudah Diresmikan DPRD Riau Minta Manajemen BRK Syariah Tingkatkan Sistem Perekrutan Karyawan0
- Launching Gerakan Tanam Cabai di Perkarangan0
- JMSI Riau Gelar Rapat Kerja Bentuk Koperasi dan Susun Program Kesejahteraan Anggota0
_Black11.png)








