- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Presiden Tepati Janji Perbaiki Sanitasi Keluarga Stunting

Medan, VokalOnline.Com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah menepati janjinya untuk memperbaiki sanitasi keluarga yang berisiko terkena stunting.
“Kalau rumah ini tidak ada septic tank, kalau banjir rob kan fesesnya naik. Kalau fesesnya naik kan bakteri e-coli di feses nanti ada diare, jadi habis rob mereka diare, sakit maka bisa dipahami (itu penyebab stunting-nya),” kata Kepala BKKBN saat ditemui ANTARA di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat.
Perbaikan sanitasi dilakukan saat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun 2022 dengan lokasi revitalisasi di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, sebagai bentuk keseriusan negara melindungi anak dari stunting.
Berdasarkan data dari Pendataan Keluarga (PK21) di Kelurahan Bagan Deli, jumlah keluarga yang terdata tinggal di daerah itu ada sebanyak 3.657 keluarga, dengan jumlah keluarga berisiko stunting mencapai 1.795 keluarga.
Sementara jumlah keluarga yang berisiko stunting dan memiliki perekonomian kategori miskin ada sebanyak 1.587 keluarga.
Dalam kunjungannya ke Kelurahan Bagan Deli pada Kamis (7/7), Presiden Joko Widodo bersama BKKBN, Kementerian PUPR dan pihak-pihak terkait melakukan bedah rumah guna dijadikan rumah percontohan bagi warga sekitar dalam membangun rumah yang layak huni bagi keluarga.
Terdapat tiga rumah yang sudah direvitalisasi. Tetapi nantinya, revitalisasi akan dilakukan di 24 rumah terpilih milik keluarga yang berisiko stunting tinggi.
Menurut Hasto, upaya yang dilakukan Presiden adalah langkah untuk melindungi anak dari stunting serta faktor-faktor yang dapat menurunkan kualitas kesehatan anak seperti terkena diare akibat bakteri E-Coli yang terbawa banjir rob.
Hal itu penting dijadikan sebagai salah satu fokus pengentasan stunting karena lingkungan kumuh berkontribusi sebesar 75 persen berpengaruh terhadap terjadinya stunting pada anak.
“Jadi kalau lingkungan dibiarkan kumuh, tidak punya jamban dan lainnya maka itu kontribusinya 75 persen jadi stunting," ujar Hasto.
Presiden RI Joko Widodo sendiri sudah meninjau langsung lokasi dan menyatakan akan segera membangun sebuah tanggul yang dapat melindungi perumahan warga dari banjir rob yang selalu membawa sampah dan kotoran masuk ke dalam rumah.
"Nantinya Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR akan kebagian penataan kawasannya. Jadi air bersihnya, sanitasinya, jalan kampungnya, semuanya akan ditata biar lebih sehat dan baik dan kemiskinan ekstrim yang ada disini juga bisa terentaskan,” kata Presiden. **Fira
Berita Terkait :
- Epidemiolog UI Tidak Setuju Penyebutan Penyakit Hepatitis Misterius0
- HUT Bhayangkara Ke 76 Tahun 2022, JMSI Apresiasi Kapolda Sumut0
- Ketua Presidium FPII Kasih hati APH berlaku Zolim Kepada Wilson Lalengke0
- Integrasi Sawit-Sapi Jadi Pilihan, Guna Penuhi Pasokan Daging Nasional0
- 37 Anggota DPRD Inhu Dilonggok Dalam Satu Pansus Minta Dibubarkan dan Paripurna Ulang0
_Black11.png)








