Breaking News
- Bukan Sekadar Bela Diri, SMP SR 3 Pekanbaru Tanamkan Disiplin dan Sportivitas
- JADWAL BERUBAH! Karate Kid 3 Riau Open 2026 Resmi Digelar 3-4 Oktober di Gelanggang Remaja Pekanbaru
- Bawa 10 Atlet Bertanding, Dojo Pasir Putih Targetkan Juara di Kejuaraan Karate Kid 3 Pekanbaru
- Tambang Batu Bara PT Era Perkasa Mining di Inhu Disorot, Lokasi Aktivitas Diduga Berbeda dengan IUP
- Kebakaran Rumah di Selatpanjang, Begini Penjelasan Polisi
- Hendry Munief Soroti Privatisasi Pesisir dan Abrasi dalam Pembahasan RUU Daerah Kepulauan
- Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasiswa UNRI Mandiri Sejak Kuliah
- Trisakti School of Multimedia Gandeng CIP Pekanbaru,Bahas Digital Marketing hingga Personal Branding
- Pesangon 10 Pekerja Tak Dibayar Usai PHK Sepihak, PT Awal Bros Bumi Pusaka Diduga Kebal Hukum
- Paksa 10 Pekerja Teken Surat Pengunduran Diri, HRD dan Manager SPPBE PT Awal Bros Dilaporkan
Protes Toa Musala, Warga Sempat Ribut di Jalan Pemuda Pekanbaru

Pekanbaru, VokalOnline.Com -Sejumlah warga di Jalan Pemuda, Kelurahan Tampan,
Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, terlibat cekcok mulut pada Rabu
malam, 16 Maret 2022. Pemicunya adalah pengeras suara musala di sekitar
lokasi tersebut.
Informasi dirangkum, kejadian
bermula saat pria inisial R protes kepada pengurus Musala Nurul Yakin
terkait pengeras musala. Pasalnya toa itu mengarah persis ke rumahnya
yang bersebelahan langsung dengan tempat ibadah tersebut.
Selama
ini, R tidak pernah protes. Hanya saja dalam beberapa hari terakhir
anaknya yang berusia 3 tahun tengah sakit dan selalu rewel pada malam
hari.
R mendatangi pengurus musala dan meminta
toa pengeras suara tidak menghadap ke rumahnya lagi. Hal ini kemudian
sampai ke pihak RT dan berusaha dicari jalan tengah.
Entah
apa sebab, amarah sejumlah warga yang mengetahui protes R ini pecah.
Keributan tak bisa dihindari tapi belum sampai terjadi kontak fisik.
Keributan
R dengan sejumlah warga ini dilihat oleh personel Polsek Payung Sekaki
yang berpatroli. Kapolsek Inspektur Satu Bayu Ramadhan turun tangan dan
meminta sejumlah warga datang ke Polsek untuk mediasi.
Inspektur
Satu Bayu dalam keterangan persnya menyatakan persoalan pengeras suara
musala ini sudah selesai. Kedua belah pihak sudah bersepakat damai.
"Kedua belah pihak menandatangani surat perdamaian dan sepakat hidup harmonis," kata Bayu.
Menurut Bayu, pihaknya mengajak kedua belah pihak ke Polsek karena upaya penyelesaian di sana tak berjalan mulus.
"Kita
ajaklah para pihak ini ke Mapolsek, kita ajak cerita, diskusi dan
mediasi, lalu para pihak sepakat untuk melaksanakan perdamaian," jelas
Bayu. (syu)
Berita Terkait :
- Polresta Cek Distributor Minyak Goreng Antipasi Penimbunan0
- Jaksa Terus Lengkapi Berkas Korupsi Pembangunan RSUD Bangkinang0
- Kejati Riau Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Korupsi Kasbon APBD Inhu0
- Ketua LP3KB Bengkalis: Pemkab Harus Tanggap Dalam Mengatasi Keuangan0
- Bawaslu Siak Adakan Seminar Wawasan Pemilu di Ponpes Bustanul Ulum0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









