- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
- Pemkab Siak Pastikan Tak Ada Anak Gagal Sekolah karena Kendala Administrasi
- Pemkab Siak Dorong Wakaf Produktif Lewat Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan
- Pemkab Siak Siapkan Solusi bagi Calon Siswa yang Terkendala Dokumen Kependudukan
- Pemkab Siak Gandeng Indomaret, Produk UMKM Kini Tembus Pasar Ritel Modern
- Jalan Sungai Rawa Terus Makan Korban, Masyarakat Desak PT Ekasapta Paramita Energi Bertanggung Jawab
- Polsek GAS Turun ke Rambaian: Bhabin Cek dan Rawat Cabe Rawit Ketahanan Pangan
- Bupati Siak Minta Kafilah Tampilkan Performa Terbaik di MTQ Riau XLIV
- Aipda Andromik Ajari Warga Sungai Iliran Cara Panen Cabe Berkualitas
Sosialisasi Kecamatan Sayang Ibu, Ini Pesan Hj Muslimawati Catur

Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar, Hj Muslimawati Catur, saat membuka sosialisasi Kecamatan Sayang Ibu (KSI) di Bangkinang, Kamis (18/3/2021)
BANGKINANG KOTA (VOKALONLINE.COM)- Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Kampar, Hj Muslimawati Catur, menghimbau agar seluruh Ketua Tim penggerak PKK kecamatan bersama dengan camat, kepala desa, Puskesmas dan bidan desa untuk dapat mensukseskan gerakan Kecamatan Sayang Ibu (KSI) di kecamatan masing-masing serta terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
KSI merupakan gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah, dengan memberdayakan potensi masyarakat di tingkat wilayah dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup perempuan.
Hal itu disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar, Hj Muslimati Catur, saat membuka sosialisasi Kecamatan Sayang Ibu (KSI) di Gedung KONI Kabupaten Kampar, Kamis (18/3/2021).
Turut hadir dalam acara KSI tersebut Kepala dinas DPPKBPPPA Edi Aprizal, Amir Azan narasumber Dari dinas kesehatan provinsi Riau dan Awal Haeniwati narasumber Kabupaten Kampar, ketua TP PKK kecamatan se Kabupaten Kampar.
Melalui berbagai kegiatan, KSI memberi dampak percepatan upaya penurunan angka kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas (AKI) serta penurunan Angka Kematian Bayi (AKB).
"Ini Untuk menjadikan kualitas hidup masyarakat dimulai dari 1000 hari kelahiran," ujar Hj Muslimawati.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada narasumber baik dari provinsi maupun Kabupaten dan ibu Camat, bidan desa yang telah ikut hadir dalam penyelenggaraan Kecamatan Sayang Ibu. Ikuti dengan serius sehingga nanti dapat mensosialisasikan lagi kepada masyarakat," tutur Hj Muslimawati.
Gerakan sayang ibu ini merupakan gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah dengan memberdayakan potensi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan.
Kegiatan sayang ibu ini erat kaitannya dengan pengendalian stunting yaitu di 1000 hari pertama hari kehidupan. Walaupun tidak semua desa menjadi lokus stunting namun semua desa harus terus kita pantau, di mana sesuai data tahun 2020 Kabupaten Kampar menjadi daerah locus Sunting dengan angka 23.2%, Alhamdulillah berkat keseriusan kita memperoleh Penghargaan penanganan stunting terbaik.
Sementara itu Ketua Panitia Dr Elvi Yanti M.Kes menyatakan terkait upaya peningkatan kualitas hidup perempuan dengan mengurangi angka kematian ibu (AKI) karena hamil bersalin nifas serta menurunkan angka kematian bayi.
"Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua TP-PKK Kecamatan serta bidan desa, yang diadakan selama satu hari,” kata Elvi Yanti. (sumber:Diskominfo Kampar)***
Berita Terkait :
- Dikunjungi Tim DKN, Bupati Kampar Beri Infomasi Lengkap Soal Kebun Sawit0
- Terbaik I, Tambang Wakili Kampar Lomba Evaluasi Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi Riau0
_Black11.png)









