- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
14.756 Peserta Sudah Daftar Karhutla Fun Run 5K di Seluruh Riau

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Sebagai langkah awal menghadapi kondisi kemarau panjang yang sangat ekstrim dan anomali cuaca mengancam lingkungan, Pemerintah Provinsi Riau dan Polda Riau berkolaborasi melakukan edukasi melalui kegiatan Karhutla Fun Run 5K 2025. Gerakan tersebut bertujuan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Taufiq OH, menjelaskan bahwa berdasarkan data dari BMKG, kondisi cuaca sudah menunjukkan tanda-tanda pergeseran menuju kemarau panjang yang ekstrem. Terkait dengan itu maka Pemprov Riau sudah mengeluarkan status siaga darurat bencana karhutla sejak 1 April hingga 30 November 2025, melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS 292/3/2025.
"Dengan begitu, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mitigasi terhadap perubahan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kegiatan Karhutla Fun Run merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat dan mensosialisasikan bahaya karhutla yang berdampak sangat besar," kata Taufiq OH di Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Sabtu (12/04).
Dijelaskan, langkah strategis Gubernur Riau Abdul Wahid seperti pengesahan status siaga darurat ini penting untuk mempercepat upaya mitigasi dan penanggulangan dampak perubahan cuaca ekstrem. Sehingga, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan aparat untuk bersama-sama menyikapi kondisi ini dengan lebih dini
"Mari kita bersama-sama menyadari dampak terkait musim kemarau yang ekstrem di Provinsi Riau. Kita berharap melalui gerakan ini seluruh masyarakat dan seluruh aparat sudah siaga lebih dini, lebih sadar, lebih peka dalam mengambil sikap mencintai lingkungan. Sehingga bisa melakukan langkah yang sifatnya untuk memitigasi kebakaran hutan lahan," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, mengungkapkap bahwa pelaksanaan Karhutla Fun Run tidak hanya sebagai ajang olahraga. Namun, juga sebagai simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
"Ini adalah tanggung jawab bersama, kita ingin membangun kebersamaan, dan membangun kolaborasi seluruh pihak untuk peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam menghadapi Karhutla. Dikemas dalam acara fun run, namanya fun ya, kita lari bergembira sekaligus membangun bahwa kesehatan itu adalah nomor satu," ungkapnya.
Diterangkan, berdasarkan data informasi pendaftaran menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat, dengan tercatat sebanyak 14.756 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Riau yang telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan serentak ini. Oleh karena itu, Karhutla Fun Run 5K 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam rangka edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta sebagai langkah preventif guna memitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan.
"Oleh karena itu, kita ingin membangun kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk peduli terhadap bencana Karhutla. Baik dalam hal pencegahan, maupun upaya preventif dan preemtif serta tanggung jawab dalam menanggulangi bencana. Kegiatan ini serentak diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau, guna membangun kolaborasi dan mengedukasi masyarakat." pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini akan diselenggarakan besok (13/04) pagi secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Riau. Dengan begitu, langkah ini menunjukkan sebagai wujud sinergi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem.***Vol(Mcr/Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









