- Tak Henti Lakukan Perawatan, PT PAS Optimistis Produksi Sawit Semakin Optimal
- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
5 Persen Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19

Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, VokalOnline.Com - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat mencatat setidaknya lima persen dari tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas tingkat kelurahan dan kecamatan, serta RSUD masih menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Covid-19.
"Saat ini sekitar lima persen nakes kita di sejumlah puskesmas kelurahan, kecamatan, dan rumah sakit umum daerah terpapar Covid-19," kata Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari, Selasa (8/2).di lansir dari cnn indonesia.
Erizon menjelaskan para nakes menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Apalagi, kasus Covid-19 di Jakarta Pusat terus mengalami kenaikan hingga terakhir mencapai sekitar 5.000.
Namun demikian, para nakes tetap memberikan pelayanan yang optimal di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas maupun RSUD.
"Jika nakes di puskesmas itu ada yang Covid-19, bukan berarti pelayanan di sana terhenti. Kepala puskesmas yang bisa menilai apakah puskesmas tersebut masih bisa beroperasi atau dialihkan ke fasilitas kesehatan lain," kata Erizon.
Salah satu puskesmas yang terpaksa menutup sementara pelayanan kesehatan dan pengobatan karena terbatasnya jumlah nakes adalah Puskesmas Kelurahan Kebon Sirih.
Kepala Puskesmas Kecamatan Menteng Rusmala Dewi mengatakan setidaknya ada tiga tenaga kesehatan yang harus melakukan isolasi sementara sehingga pelayanan dan pengobatan di Puskesmas Kebon Sirih harus ditutup sementara.
Layanan kesehatan dan pengobatan pun dialihkan ke Puskesmas Kecamatan Menteng hingga sepekan mendatang.
Namun, Puskesmas Kebon Sirih tetap beroperasi hanya untuk melayani vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk warga yang sudah mendaftar.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Prajurit TNI di Kupang Jadi Tersangka Pengeroyokan Nenek hingga Tewas0
- Mati Ketawa Ala Netizen0
- Erick Thohir : Indonesia Harus Jadi Produsen Bukan Konsumen Energi Hijau0
- Yusrizki: Indonesia Harus Jadi Electro State0
- Menuju Era Energi Hijau, Anggawira: Perlu Percepatan Transfer Teknologi Dan Inovasi Energi Terbaruka0
_Black11.png)









