57 Titik Panas Terpantau di Sumatera, Riau Siaga Hadapi Ancaman Karhutla Jelang Musim Kemarau

Publisher Vol/fit Riau
01 Mei 2025, 21:58:28 WIB
57 Titik Panas Terpantau di Sumatera, Riau Siaga Hadapi Ancaman Karhutla Jelang Musim Kemarau

Ilustrasi kasus Karhutla masih menghantui Riau tahun ini.


PEKANBARU, VokalOnline.Com - 57 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera, Kamis sore (1/5/2025). Itu terpantau berdasarkan data citra satelit yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.

Jumlah ini menjadi sinyal awal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang masuknya musim kemarau tahun ini.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengungkapkan bahwa sebaran titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan (19 titik) dan Bangka Belitung (18 titik).

Sementara Riau tercatat memiliki 7 titik panas. Tersebar di Kabupaten Kampar satu titik, Pelalawan tiga titik, Siak satu titik, dan Indragiri Hulu dua titik.

Selain itu, Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau juga mencatatkan kemunculan hotspot meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Musim Kemarau Diprediksi Mulai Mei, Riau Waspada Karhutla

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau akan mulai terjadi pada Mei 2025 di wilayah Riau. Dengan potensi penurunan curah hujan dan peningkatan suhu, sejumlah daerah pun diperkirakan akan mengalami kekeringan yang memperbesar risiko Karhutla.

Sebagai bentuk antisipasi, sebanyak 10 dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla tahun 2025. Hanya Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir yang belum menetapkan status tersebut hingga saat ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M. Edy Afrizal, menyebutkan bahwa langkah siaga ini diambil setelah terdeteksinya hotspot di berbagai wilayah serta sebagai upaya preventif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan segera datang.

Pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat diharapkan dapat bersinergi menjaga wilayah masing-masing dari potensi kebakaran, termasuk dengan meningkatkan patroli dan sosialisasi larangan membakar lahan.(**)

Berita Terkait :




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    View all comments

    Write a comment