- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Aktivitas di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa Dihentikan Sementara
Harimau Terkam Remaja Hingga Tewas

Petugas BBKSDA Riau mengecek lokasi harimau terkam remaja saat tidur. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seekor harimau sumatra di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK), Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, menerkam remaja perempuan inisial MS. Jasad korban ditemukan tak jauh dari pondok terpal di kawasan hutan tanaman industri (HTI) itu.
Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama TNI dan sekuriti sudah turun ke lokasi. Jasad korban berumur 12 tahun sudah dievakuasi dan dimakamkan setelah dilakukan visum.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud menjelaskan, korban ikut orang tuanya ke lokasi yang bekerja untuk PT Usaha Berkat Fangarato. Perusahaan ini merupakan kontraktor penanam tanaman hutan industri dari PT MSK.
"Kejadiannya pada 31 Oktober 2021 dini hari," kata Mahfud, Rabu siang, 3 November 2021.
Mahfud menyebut petugas sudah mengecek pondok terpal tempat korban dan orangtuanya tinggal selama di kawasan HTI itu. Di sana petugas menemukan adanya bekas cakaran pada dinding pondok pekerja.
"Dinding itu terbuat dari plastik terpal, robek karena cakaran harimau," kata Mahfud.
Selain di pondok, petugas juga menemukan jejak harimau di beberapa lokasi. Termasuk juga jejak harimau dan bekas cakaran di lokasi korban ditemukan meninggal dunia.
Untuk menghindari ada korban lagi, petugas menghimbau masyarakat sekitar selalu berhati-hati beraktivitas. Petugas juga meminta mengurangi aktivitas pada pagi dan petang hari.
Kalaupun beraktivitas, pekerja diminta secara berkelompok. Selanjutnya, petugas meminta masyarakat sekitar tidak memasang jerat ataupun perburuan karena harimau merupakan satwa liar dilindungi negara.
"Kalau untuk perusahaan diminta menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di lokasi dan sekitarnya ke camp induk perusahaan," kata Mahfud. (syu)
Berita Terkait :
- Harimau Seret Remaja di Inhil Dari Pondok Hingga Tewas0
- Polresta dan Polda Riau Buru Tahanan Kabur0
- Permigastara Dorong Pelibatan Pengusaha Lokal Tingkatkan Produktivitas Migas0
- Bupati Kampar Sampaikan KUA-PPAS TA 2022 ke DPRD0
- Gajah Sakit yang Sempat Diobati BBKSDA Riau Ditemukan Mati0
_Black11.png)








