- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Aktivitas di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa Dihentikan Sementara
Harimau Terkam Remaja Hingga Tewas

Petugas BBKSDA Riau mengecek lokasi harimau terkam remaja saat tidur. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Seekor harimau sumatra di PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK), Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, menerkam remaja perempuan inisial MS. Jasad korban ditemukan tak jauh dari pondok terpal di kawasan hutan tanaman industri (HTI) itu.
Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama TNI dan sekuriti sudah turun ke lokasi. Jasad korban berumur 12 tahun sudah dievakuasi dan dimakamkan setelah dilakukan visum.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Mahfud menjelaskan, korban ikut orang tuanya ke lokasi yang bekerja untuk PT Usaha Berkat Fangarato. Perusahaan ini merupakan kontraktor penanam tanaman hutan industri dari PT MSK.
"Kejadiannya pada 31 Oktober 2021 dini hari," kata Mahfud, Rabu siang, 3 November 2021.
Mahfud menyebut petugas sudah mengecek pondok terpal tempat korban dan orangtuanya tinggal selama di kawasan HTI itu. Di sana petugas menemukan adanya bekas cakaran pada dinding pondok pekerja.
"Dinding itu terbuat dari plastik terpal, robek karena cakaran harimau," kata Mahfud.
Selain di pondok, petugas juga menemukan jejak harimau di beberapa lokasi. Termasuk juga jejak harimau dan bekas cakaran di lokasi korban ditemukan meninggal dunia.
Untuk menghindari ada korban lagi, petugas menghimbau masyarakat sekitar selalu berhati-hati beraktivitas. Petugas juga meminta mengurangi aktivitas pada pagi dan petang hari.
Kalaupun beraktivitas, pekerja diminta secara berkelompok. Selanjutnya, petugas meminta masyarakat sekitar tidak memasang jerat ataupun perburuan karena harimau merupakan satwa liar dilindungi negara.
"Kalau untuk perusahaan diminta menghentikan aktivitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di lokasi dan sekitarnya ke camp induk perusahaan," kata Mahfud. (syu)
Berita Terkait :
- Harimau Seret Remaja di Inhil Dari Pondok Hingga Tewas0
- Polresta dan Polda Riau Buru Tahanan Kabur0
- Permigastara Dorong Pelibatan Pengusaha Lokal Tingkatkan Produktivitas Migas0
- Bupati Kampar Sampaikan KUA-PPAS TA 2022 ke DPRD0
- Gajah Sakit yang Sempat Diobati BBKSDA Riau Ditemukan Mati0
_Black11.png)









