- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
AMCD Siap Audensi dengan Gubernur dan Kepala Daerah se-Riau

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Setelah resmi terbentuk tiga pekan silam di akhir Juni 2025, Asosiasi Media Cetak dan Digital (AMCD) kini bersiap melakukan audensi dan silaturahmi dengan Gubernur Riau maupun para bupati dan walikota se-Provinsi Riau. Langkah itu merupakan bagian dari program AMCD untuk meningkatkan peforma media cetak terbitan Bumi Lancang Kuning.
Ketua AMCD Asmawi Ibrahim didampingi Sekretaris Purnomo dan Bendahara Doni Rahim kepada media di Pekanbaru, Senin (14/7/2025) menjelaskan, asosiasi yang menaungi 12 media cetak dan media digital tersebut, sudah menuntaskan segala administrasi yang diperlukan seperti AD/ART, logo asosiasi hingga akte notaris.

"Kami juga sudah menyepakati aturan-aturan yang akan menjadi panduan dalam menjalankan roda asosiasi ini. Insha Allah, dalam waktu dekat kita segera road show dalam rangka audensi dengan Gubernur, Bupati dan Walikota di Provinsi Riau, terkait misi asosiasi ini," terang Asmawi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Asosiasi Media Cetak dan Digital (AMCD) lahir dari kerisauan para pemilik media cetak di Riau. Khususnya suratkabar harian, terkait semakin berkembangnya media di era digital.
Padahal, siapapun tahu, hingga saat ini hanya media cetak yang masih konsisten dan taat dengan kode etik jurnalistik. sangat jarang kejadian media cetak terseret kasus berita-berita hoaks ataupun bersengketa di Dewan Pers karena tidak cover both side.
"Suratkabar tetap konsisten menjaga pemberitaannya dengan "roh" jurnalistik yang sesungguhnya. Tata krama dalam pemberitaan dan penulisan yang lebih tajam serta bertanggungjawab, itu masih menjadi acuan media suratkabar," tutur Asmawi Ibrahim yang juga Direktur Riau Pos.
Namun di tengah kedisiplinan media cetak menjaga "roh jurnalistik" dalam setiap pemberitaan, justru kehadiran suratkabar belakangan ini semakin memiliki tantangan lebih dari sebelumnya. “Perjalan ini-lah yang akan disampaikan dan dikomunikasikan dengan pemerintahan daerah,” timpal Sekretaris AMCD Purnomo yang juga Pemimpin Perusahaan Tribun Pekanbaru.
Para owner suratkabar di Riau berkeyakinan kehadiran AMCD ini akan mampu mengangkat kembali eksistensi media cetak yang mulai tergerus dengan kehadiran media online dan media sosial. "Kita secara bersama-sama mesti terus bergerak meyakinkan para stakeholder dan pengambil kebijakan soal media di pemerintahan, khususnya di Riau," kata Doni Rahim, bendahara AMCD dan sekaligus Pemimpin Redaksi Haluan Riau, menambahkan. ()
Berita Terkait :
_Black11.png)









