- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan

Padang Panjang, VokalOnline.Com - Pemerintah Kota Padang Panjang mendukung perkembangan seni dan industri kreatif dengan menghadiri pembukaan Pameran Perdana Fotografi Angkatan 2025 bertajuk "Rantau" yang digelar mahasiswa Program Studi Fotografi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.
Kehadiran Pemerintah Kota Padang Panjang dalam pembukaan pameran tersebut penting bagi penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi seni dengan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, Pemkot Padang Panjang menyatakan kesiapan untuk mendukung, memfasilitasi, serta membuka ruang kerja sama bagi mahasiswa fotografi dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif di masa mendatang.
Hadir mewakili pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Panjang. Sementara dari kalangan akademisi, kegiatan tersebut dihadiri Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padang Panjang, dosen fotografi, Ketua Program Studi Fotografi, serta jajaran civitas akademika Jurusan Fotografi.
Pameran "Rantau" merupakan pameran perdana mahasiswa Fotografi Angkatan 2025 yang dikuratori oleh Salsabilla Yunanda Sekar Sari, SSn. Sebanyak 70 karya dari 43 pameris ditampilkan dalam pameran ini dengan beragam pendekatan visual yang didominasi genre konseptual, instalasi, dan eksperimental.
Kurator pameran, Salsabilla Yunanda Sekar Sari, menjelaskan bahwa tema "Bingkai Temu" dipilih untuk merepresentasikan pengalaman merantau yang tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan geografis, tetapi juga perjalanan emosional, kultural, dan pencarian identitas.
"Rantau tidak semata dipahami sebagai perpindahan geografis, tetapi sebagai pengalaman batin yang menempatkan individu di antara dua atau bahkan lebih ruang yang berbeda. Ia adalah jarak yang tidak hanya diukur secara fisik, tetapi juga secara emosional, kultural, dan identitas," ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/06/2026).
Menurut Salsa, sapaan akrabnya, pameran ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan beragam pengalaman mahasiswa dalam memaknai proses merantau. Karya-karya yang ditampilkan menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari narasi personal tentang kehidupan sehari-hari, refleksi atas keterasingan, hingga eksplorasi ruang sebagai simbol perpindahan dan adaptasi.
Sebagai pameran perdana, lanjutnya, keberagaman pendekatan visual sengaja dihadirkan bukan untuk mencapai keseragaman artistik, melainkan memperlihatkan proses pencarian dan pembentukan kesadaran berkarya mahasiswa sebagai fotografer muda.
Sistem kurasi yang diterapkan dalam pameran ini dilakukan secara bertahap melalui proses konsultasi ide, penyusunan storyboard, hingga evaluasi karya akhir. Pendekatan tersebut memungkinkan setiap peserta mengembangkan gagasan secara lebih mendalam sebelum diwujudkan dalam bentuk karya fotografi maupun instalasi visual.
"Setiap instalasi dan karya konseptual yang hadir merupakan hasil dari proses eksperimen yang panjang. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis fotografi, tetapi juga berani membedah gagasan dan menantang batas-batas medium visual yang mereka gunakan," kata Salsa.
Pemerintah Kota Padang Panjang menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting bagi pengembangan kreativitas generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem seni dan budaya di daerah. Dukungan pemerintah diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara mahasiswa, institusi pendidikan, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah.
Pameran "Rantau" sekaligus menjadi bukti bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai medium dokumentasi, tetapi juga sebagai ruang refleksi sosial dan artistik yang mampu menghubungkan pengalaman personal dengan isu-isu yang lebih luas mengenai identitas, ruang, dan kehidupan masyarakat kontemporer.(**)
Berita Terkait :
- Baru 2,97 Persen Tenaker Pariwisata yang Divaksin Covid-190
- Laju IHSG Diprediksi Menguat, Tapi Terbatas 0
- BSI Integrasikan Sistem Layanan di Indonesia Timur 0
- Sidang Putusan Sela Rizieq di PN Jaktim Dikawal 1.388 Aparat0
- Pesawat Ethiopian Airlines Salah Mendarat0
_Black11.png)









