- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Anggota DPR RI Karmila Sari Dorong BRIDA Riau Jadi Motor Penggerak Inovasi Daerah

Pekanbaru, VokalOnline.Com - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi dan penelitian yang berfokus pada potensi daerah.
Hal ini dikatakan Anggota Komisi X DPR RI, DR Hj Karmila Sari, SKom, MM, saat menghadiri forum koordinasi penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Iptek Daerah (RIPJ- PID). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Rabu (19/3/2025).
Anggota DPR RI Karmila Sari menekankan pentingnya BRIDA dalam mengoptimalkan potensi Riau, terutama di sektor perminyakan, perkebunan sawit, dan pengembangan pelabuhan Dumai. Ia berharap BRIDA dapat menghasilkan penelitian yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan daerah, serta selaras dengan visi misi Presiden terpilih, Prabowo Subianto, terutama dalam hal ketahanan pangan, energi, dan pengembangan hilirisasi industri.
"Kita berharap BRIDA dapat melakukan penelitian yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah, yang menjadi langkah awal bagi Bappeda dalam membuat perencanaan di berbagai sektor," ujar Karmila Sari.
Lebih lanjut, Karmila Sari menyoroti pentingnya kolaborasi antara BRIDA dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menekankan perlunya efisiensi anggaran dalam pelaksanaan penelitian, tanpa mengurangi kualitas dan efektivitas kerja.
"Anggaran penelitian harus dikelola dengan maksimal, sehingga efisiensi yang dilakukan tidak mengurangi hasil yang optimal," tegasnya.
Selain itu, Karmila Sari juga menyinggung tentang pentingnya data yang akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan. Ia berharap BRIDA dapat menjalin kerjasama yang erat dengan BPS untuk memastikan ketersediaan data yang valid dan terpercaya.
"BPS adalah tumpuan kita dalam menyediakan data yang akurat. Data ini sangat penting untuk pengambilan keputusan dan perencanaan yang tepat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Karmila Sari juga menyampaikan harapannya agar BRIDA dapat melakukan perubahan dan peningkatan yang signifikan dalam program-programnya. Ia ingin BRIDA tidak hanya melakukan penelitian yang bersifat teoritis, tetapi juga penelitian yang aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Kita berharap BRIDA dapat menjadi acuan, bukan hanya sekadar melakukan penelitian yang menyentuh, tetapi penelitian yang sesuai dengan potensi besar daerah," pungkasnya.
Turut hadir Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negri RI, Yusharto Huntoyungo, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Taufiq Oesman Hamid, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau Roni Bowo Leksono, dan para unsur Forkompinda.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









