- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
BBKSDA Riau Obati Gajah Terluka di Kebun Sawit Warga

Tim medis BBKSDA Riau tengah merawat gajah terluka di kebun sawit warga. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Pembengkakan luka di alat reproduksi membuat gajah betina di Kabupaten Indragiri Hulu berjalan gontai. Badannya kurus karena infeksi itu mempengaruhi selera makannya.
Keadaan ini membuat gajah betina itu terpisah dari kawanannya. Gajah kemudian masuk ke perkebunan sawit warga di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya.
Menurut Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara, informasi gajah sakit diterima pihaknya pada 21 Oktober 2021. Keesokan harinya tim turun bersama TNI untuk memastikan laporan tersebut.
"Lokasinya berdekatan dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)," kata Fifin, Rabu siang, 27 Oktober 2021.
Hasil pengecekan, petugas menemukan gajah sudah lemas. Petugas melihat gajah memuntahkan isi perutnya berupa batang dan pelepah sawit yang dimakan di lokasi.
Di lokasi, petugas meminta masyarakat tidak mendekat ke gajah agar tidak diserang. Petugas juga mengingatkan warga tidak menyakiti gajah karena akan dilakukan tindakan medis.
Menunggu tim medis datang, petugas mengamankan sekitar lokasi. Tidak boleh ada warga mendekat agar gajah tidak beranjak dari lokasi.
"Pada 23 Oktober 2021, tim medis turun ke lokasi guna mengobati gajah," kata Fifin.
Tim medis langsung bertindak di lokasi dengan membius gajah itu. Setelah gajah tertidur, petugas membersihkan luka yang sudah mulai berbelatung serta memberikan obat topikal.
Sampel darah gajah diambil untuk mengetahui kondisi gajah secara umum. Sampel ini dikirim ke laboratorium di mana hasilnya akan keluar beberapa setelah pengobatan.
"Setelah diobati, tim medis menyadarkan satwa," kata Fifin.
Petugas terus memantau kondisi gajah setelah diobati. Hasilnya memang ada perubahan karena pergerakan gajah lebih gesit dari sebelumnya.
Beberapa hari kemudian, petugas tidak menemukan gajah lagi di lokasi. Petugas menduga gajah telah bergerak ke hutan di sekitaran Bukit Apolo dan pondok Kompe yang masuk dalam kawasan TNTN.
Hingga kini tim masih menelusuri keberadaan gajah. Tim ingin memastikan apakah pengobatan terhadap gajah berhasil dan apakah sudah berkumpul kembali dengan kawanannya.
"Gajah diperkirakan berusia 30 tahun, tinggi 217 centimeter dan berat badan 2 ton," jelas Fifin. (syu)
Berita Terkait :
- Ketua MPC Kampar Bantu Nenek Lili Suriani Bangun Rumah0
- Wakil Jaksa Agung Dorong Reformasi Birokrasi di Kejari Kampar0
- Wakil Jaksa Agung Kunjungi Kejari Kampar, Ini Tujuannya0
- Pembukaan Turnamen Bola Voli HUT SUARAAKTUAL.Co ke-7 Menggelegar0
- HIPMI Kampar Bakal Sulap Bekas Jembatan Timbang Jadi Pusat Pengembangan UMKM0
_Black11.png)









