- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
- Jum'at Keliling, Kapolres Pelalawan Sambangi Masjid Al Aziim
- Polres Inhu Gelar Razia Sarang Narkoba di Kambesko, Dukung Terwujudnya Kampung Bersinar
- Perebutkan Piala Bupati, Kejuaraan Drumband Inhu Resmi Dibuka
- Syahrul Aidi Dukung MUI dan Forkomnas, Minta Pemerintah Konsisten Bela Palestina
- 600 Atlet INKANAS Berlaga di GDR Open Championship 1 Riau, Matangkan Persiapan Menuju Piala Kapolri
Beruang Madu Ditemukan Mati Terjerat di Siak

Beruang madu mati di Kabupaten Siak. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Jerat dari tali baja kembali membuat satwa liar dilindungi di Riau menemui ajalnya. Kali ini adalah beruang madu yang meregang nyawa setelah berhari-hari terjerat di kawasan hutan produksi, Minas, Kabupaten Siak.
Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfud menjelaskan, pihaknya mendapat laporan beruang mati dari kelompok tani madu hutan di daerah itu. Tak lama setelah itu, petugas datang ke lokasi.
Bersama masyarakat dan kelompok tani tadi, personel BBKSDA Riau menyusuri lokasi. Di sana, petugas menemukan beruang tadi mati dan sudah mengeluarkan bau tak sedap.
"Bangkainya dibawa ke BBKSDA Riau di Pekanbaru, kemudian dilakukan nekropsi atau bedah bangkai," kata Mahfud, Rabu siang, 10 November 2021.
Menurut hasil nekropsi oleh tim medis BBKSDA Riau, beruang madu jantan itu mati telah tiga hari. Kematiannya dipicu oleh jerat di kaki sehingga beruang tidak bisa mencari makan serta minum.
"Beruang sebelum mati mengalami dehidrasi dan kelaparan," ucap Mahfud.
Sebelum ditemukan terjerat dan mati, beruang ini sempat berkonflik dengan masyarakat di sekitar kawasan itu. Beberapa hari sebelum itu, beruang datang ke lokasi kelompok tani madu.
"Beruang itu memakan stup madu milik kelompok tani," ucap Mahfud.
BBKSDA Riau tidak mau menyimpulkan apakah jerat itu dipasang oleh warga yang tak ingin beruang mengganggu lokasi penangkaran madu.
"Tindakan yang dilakukan adalah operasi sapu jerat di kawasan itu agar tidak memakan korban satwa liar lagi," terang Mahfud. (syu)
Berita Terkait :
- Gubri Dipastikan Hadir Membuka Mubes IV IKMR0
- Jaksa Setorkan Uang Rp400 Juta ke Negara0
- Gubernur Riau Bakal Buka Mubes IV IKMR0
- IKMR Riau Akan Gelar Mubes, Ini 4 Nama Kandidat Calon Kuat Ketua Umum0
- Polisi Periksa Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi0
_Black11.png)








