- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Bhayangkara ke-80, Polres Inhil Rayakan dengan Putaran Gasing dan Tawa Warga

TEMBILAHAN – Senja Senin itu tak disambut deru sirene, melainkan desing halus kayu gasing yang berputar. Di halaman Kantor LAMR Kabupaten Indragiri Hilir, Jalan Sungai Beringin, gasing-gasing tua berdenting, memercik cahaya, dan menari di atas lantai seperti denyut nadi budaya Melayu yang lama tertidur. Di situlah, Polres Indragiri Hilir memilih merayakan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 — bukan dengan sorak hampa, tapi dengan menghidupkan kembali permainan leluhur yang sarat makna.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan menjadi sejarah tersendiri: inilah perlombaan gasing resmi pertama yang pernah digelar Polres Inhil. Lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah upaya menautkan benang merah antara seragam Bhayangkara dengan sarung Melayu, antara tugas menjaga keamanan dengan tugas menjaga warisan.
Hadir langsung Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Ketua LAMR Kabupaten Inhil Asmadi, S.H., Kabid Kebudayaan Disparporabud Yuli Astuti, http://A.Md., S.I.P., Kadis PMD Yuliargo, S.P., Kabagops Kompol Buha Siahaan, S.H., Kasatsamapta AKP Agus Susanto, S.H., M.H., Dewan Penasehat HKBS Ibnu Kemas Sanjaya, Ketua IKMR Romi Irawan, S.T., serta puluhan peserta dan masyarakat yang menyaksikan dengan mata berbinar.
Rangkaian acara mengalir khidmat: pembukaan, doa, sambutan, pemotongan pita tanda dibukanya lomba, foto bersama, lalu denting gasing mulai bersahut-sahutan. Sebanyak 40 tim dengan total 120 peserta dari berbagai wilayah Inhil ikut ambil bagian. Mereka datang bukan hanya membawa gasing, tapi juga membawa harapan agar budaya ini tak punah dimakan zaman digital.
Para peserta memperebutkan hadiah uang pembinaan, piala, dan piagam penghargaan: Juara I Rp3 juta, Juara II Rp2 juta, Juara III Rp1 juta, dan Juara IV Rp500 ribu. Tapi lebih dari nominal itu, yang mereka rebut adalah pengakuan — bahwa bermain gasing masih keren, masih terhormat, masih Melayu.
Dalam sambutannya, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, gasing bukan permainan biasa. “Perlombaan gasing tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Melayu yang sarat akan nilai keseimbangan, fokus, konsistensi, dan ketahanan,” ujarnya.
Lebih jauh, Kapolres mengajak semua pihak melihat gasing sebagai cermin kehidupan. “Perlombaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan budaya daerah agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi. Saya mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, mempererat persaudaraan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi yang positif,” pesannya.
Bagi Polres Inhil, Bhayangkara ke-80 berarti hadir utuh untuk masyarakat. Mengayomi lewat hukum, tapi juga merawat lewat budaya. Ketika gasing berputar stabil di tengah lapangan, disitulah Polri ingin menunjukkan: kami bukan hanya menjaga keamanan, kami juga menjaga identitas.
Melalui Perlombaan Gasing Bhayangkara ini, Polres Indragiri Hilir berharap jarak antara Polri dan masyarakat semakin tipis. Bahwa Bhayangkara dan warga Melayu bisa duduk semeja, tertawa bersama, dan berjanji menjaga satu hal yang sama: budaya yang membuat kita berbeda, tapi juga membuat kita bersatu.(*)
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)








