- Konsolidasi Organisasi, Gardu Prabowo Riau Lantik Ketua Baru
- Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Riau, Perkuat Kebijakan SPMB Nasional
- DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Air Bawah Tanah
- Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelant
- FABEM-SM Indonesia Soroti Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ajak Publik Tetap Rasional
- Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, JMSI Riau Turut Latih 500 Prajurit
- GANNAS Jabar Dukung Wacana Pelarangan Vape Demi Lindungi Generasi Muda
- Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
- Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
- Pelaku Pencurian di Tempuling Dibekuk Polisi
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengutuk serangan tentara Israel ke markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3/2026) yang tewaskan satu prajurit TNI dan melukai beberapa orang lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026). Syahrul Aidi mengecam keras tindakan Israel yang kembali menunjukkan arogansi terhadap dunia internasional. Dimana, pasukan yang diserang Israel tersebut adalah pasukan perdamaian PBB yang ditugaskan menjaga perbatasan Israel-Lebanon.
"Kita mengutuk keras serangan tentara Israel terhadap markas UNIFIL. Apalagi yang jadi korban ini adalah prajurit TNI. Ini pukulan telak bagi kita karena kehadiran prajurit kita tidak dihargai oleh Israel." terang Syahrul Aidi.
Dia juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya prajurit TNI tersebut. BKSAP DPR memberikan penghormatan atas gugurnya prajurit TNI tersebut dalam menjaga perdamaian dunia.
Anggota Komisi I DPR ini juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan koordinasi intens dengan PBB tentang keberadaan para prajurit dari berbagai negara yang ditugaskan di wilayah konflik.
"Kita juga meminta pemerintah agar melakukan koordinasi intens ke PBB agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan bagaimana PBB mampu menjaga keselamatan para prajurit yang diutus melalui berbagai regulasi dan SOP yang ada." tegasnya.(**)
Berita Terkait :
- Kutub Utara Menjadi Lokasi Latihan Perang Rusia0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)









