- Kodim 0314/Inhil Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Demi Kelancaran Akses Warga
- Menolak Penertiban Kaswasan Hutan, Pengelola eks PT WMI Tantang Prabowo: Saya Akan Temui President
- Kapolsek Keritang: Panen Jagung Bersama Warga Wujud Nyata Polri Dukung Program Presiden
- Bola Panas Dugaan Gratifikasi 3 Kades dan 1 Lurah, Kejari Inhu: Laporan Akan Ditindaklanjuti
- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Jakarta, VokalOnline.Com - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengutuk serangan tentara Israel ke markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3/2026) yang tewaskan satu prajurit TNI dan melukai beberapa orang lainnya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat saat dihubungi pada Selasa (31/3/2026). Syahrul Aidi mengecam keras tindakan Israel yang kembali menunjukkan arogansi terhadap dunia internasional. Dimana, pasukan yang diserang Israel tersebut adalah pasukan perdamaian PBB yang ditugaskan menjaga perbatasan Israel-Lebanon.
"Kita mengutuk keras serangan tentara Israel terhadap markas UNIFIL. Apalagi yang jadi korban ini adalah prajurit TNI. Ini pukulan telak bagi kita karena kehadiran prajurit kita tidak dihargai oleh Israel." terang Syahrul Aidi.
Dia juga menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya prajurit TNI tersebut. BKSAP DPR memberikan penghormatan atas gugurnya prajurit TNI tersebut dalam menjaga perdamaian dunia.
Anggota Komisi I DPR ini juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan koordinasi intens dengan PBB tentang keberadaan para prajurit dari berbagai negara yang ditugaskan di wilayah konflik.
"Kita juga meminta pemerintah agar melakukan koordinasi intens ke PBB agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Dan bagaimana PBB mampu menjaga keselamatan para prajurit yang diutus melalui berbagai regulasi dan SOP yang ada." tegasnya.(**)
Berita Terkait :
- Kutub Utara Menjadi Lokasi Latihan Perang Rusia0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)









