- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
BKSAP DPR RI Kutuk Intersepsi Kapal Global Sumud Flotilla oleh Israel

Jakarta, VokalOnline.Com - 19 Mei 2026 Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dari Fraksi PKS DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam keras tindakan militer Israel yang menangkap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.
Penangkapan terhadap para aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan mencederai prinsip-prinsip hukum internasional, hak asasi manusia, serta kebebasan sipil dalam misi kemanusiaan internasional.
“Kami mengecam keras tindakan militer Israel yang melakukan intersepsi dan penangkapan terhadap WNI yang sedang menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza. Mereka bukan kombatan, melainkan relawan kemanusiaan dan jurnalis yang membawa pesan solidaritas kemanusiaan dunia,” tegas Syahrul Aidi Maazat, Selasa (19/5) melalui sambungan telepon dari Kota Mekkah.
Berdasarkan informasi yang diterima, lima WNI ditangkap saat kapal mereka diintersep militer Israel di perairan Mediterania. Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai lembaga media nasional. Sementara empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza.
Syahrul menilai tindakan Israel tersebut semakin menunjukkan watak represif dan pengabaian terhadap hukum humaniter internasional di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
“Israel kembali mempertontonkan tindakan arogan terhadap warga sipil internasional yang membawa bantuan dan solidaritas kemanusiaan. Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan semacam ini,” lanjutnya.
BKSAP DPR RI juga mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, untuk segera mengambil langkah diplomatik maksimal guna memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang ditangkap.
“Kami meminta pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional, termasuk melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi kemanusiaan internasional, dan negara-negara sahabat agar seluruh WNI dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” ujarnya.
Selain itu, Syahrul menegaskan bahwa perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina tidak boleh dihentikan oleh intimidasi ataupun tindakan represif.
“Solidaritas terhadap Palestina adalah amanat konstitusi dan panggilan kemanusiaan. Penangkapan ini tidak boleh menyurutkan dukungan dunia terhadap rakyat Gaza yang hingga hari ini masih menghadapi blokade, serangan militer, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, lima WNI ditangkap saat kapal mereka diintersep militer Israel di perairan Mediterania. Mereka yakni aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize, serta tiga WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.
Mereka terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai lembaga media nasional. Sementara empat WNI lainnya dilaporkan masih melanjutkan pelayaran menuju Gaza. (**)
Berita Terkait :
- Kutub Utara Menjadi Lokasi Latihan Perang Rusia0
- Beberapa Temuan Tim Ahli WHO soal Sumber Virus Corona di China0
- Nato Kerahkan 10 Kali Jet Tempur Untuk Cegat Masuk Bomber Rusia0
- WHO Katakan China Rahasiakan Data Asal Usul Virus Corona0
- AS Minta Diplomat Pergi dari Myanmar0
_Black11.png)








