- Dukung Generasi Bebas Stunting, Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan Susu di Rohil
- Stand Pendaftaran PRB 2027 Resmi Dibuka: Langkah Awal Menuju Ajang Kompetisi Sains
- Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Meranti Beri 135 Teguran
- Sekda Meranti Buka Semarak Bulan Bahasa Sempena Sumpah Pemuda Lestarikan Budaya Melayu
- Karmila Sari Terima Penghargaan Alumni di Peringatan Dies Natalis ke-67 Untar
- Bupati Siak Afni Sandingkan Ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah
- Syahrul Aidi Maazat Dorong Hasil Riset Kampus Jadi Acuan Kebijakan Pemerintah
- Sumpah Pemuda 2026 di Tembilahan, Iwan Taruna: Sinergi Pemda dan Pemuda Kunci Inhil Maju
- Sebanyak 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
- 183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
183 Surveyor Riau dan Kepri Ikuti Pembekalan
Mitra Pembangunan Dibekali Instrumen Survei dan Ingatkan Junjung Integritas

FOTO Surveyor Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti pembekalan
PEKANBARU (Vokalonline.com)- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pembekalan bagi mitra pembangunan dalam rangka persiapan dan perencanaan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027.
Kegiatan ini digelar di salah satu Hotel di Pekanbaru Kamis (30/10).
Sebanyak 183 surveyor Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti pembekalan selama tiga hari, 26-30 Oktober 2026 di Hotel Bono Pekanbaru. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengingatkan surveyor untuk menjunjung integritas.
Dalam pembekalan tersebut, KKP memaparkan enam kriteria wajib yang menjadi syarat utama kelayakan lokasi. Pertama, lokasi harus berbasis masyarakat nelayan yang nyata dan terverifikasi, bukan sekadar administratif.
Pembekalan diikuti perwakilan perguruan tinggi dan Non-Governmental Organization (NGO),Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) dari berbagai wilayah yang akan menjadi ujung tombak survei kelayakan di lapangan. Sebelum turun, para mitra dibekali instrumen, tools survei, dan penyusunan rencana kerja bersama KKP.
Seruan integritas tersebut disampaikan Tim Direktorat PPN yang menangani pembangunan KNMP, Ruyanto.
"Integritas adalah pondasi paling penting bagi surveyor. Surveyor harus melakukan penilaian seobjektif mungkin, profesional tanpa tendensi apapun," ujarnya di hadapan peserta pembekalan.
Surveyor juga diminta tak terpengaruh intervensi ataupun niat-niat lain selain menjalankan tugas mereka sebagai surveyor, petugas yang diamanahkan KKP untuk mengumpulkan data selengkap dan sedetail mungkin. "Data itu penting sebagai referensi kami untuk melanjutkan program KNMP 2027.
Harapannya program ini bisa berjalan dengan baik mulai dari tahap awal hingga operasionalnya," katanya.
Ruyanto mengapresiasi sikap antusias peserta selama pembengkalan. Selama tiga hari diberi pembekalan, diyakni surveyor sudah siap menjalankan tugasnya ke titik-titik calon lokasi KNMP.
Tuntutan untuk menjunjung integritas disambut positif oleh Surveyor calon lokasi KNMP Kepulauan Riau, Indah Kartika. Diakuinya, dirinya akan menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. "Saya sudah berkomitmen untuk menjauhi gratifikasi dalam bentuk apapun. Menjalankan proses survey sesuai dengan kondisi yang sebenarnya yang tidak keluar dari instrumen-instrumen penilaian," ujar dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjung Pinang.
Sementara itu, Trainer program KNMP KKP RI, Yapisman mengatakan pembekalan yang diberikan kepada surveyor bertujuan untuk mematangkan kesiapan teknis, pemahaman metodologi, dan penyamaan persepsi sebelum diturunkan ke masyarakat pesisir, ke calon lokasi KNMP.
"Pembekalan ini untuk menyiapkan surveyor-surveyor kita memahami tugas dan tanggungjawab. Awal November besok mereka sudah diturunkan ke lokasi," katanya sembari menyebutkan pembekalan terhadap surveyor calon lokasi KNMP dilakukan secara serentak di Indonesia.
Dijelaskan, Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki target pembangunan hingga 4.000 titik di seluruh Indonesia sampai tahun 2029.
Setiap titik KNMP dilengkapi dengan infrastruktur modern seperti dermaga/pelabuhan, tempat pelelangan ikan (TPI), cold storage (ruang pendingin), pabrik es, bengkel kapal, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), perumahan nelayan, serta Koperasi Nelayan Merah Putih. (Rls/bn/***)
Berita Terkait :
- Mengenal BI Fast Payment yang Bikin Transfer Jadi Lebih Murah 0
- Mimpi Jokowi Bikin Pengusaha Warteg Naik Kelas 0
- Pemerintah Belum Tetapkan Biaya Haji 2021, Tapi Bisa Naik 0
- Roda Ekonomi Berputar, Harga Minyak Dunia Merangkak 0
- THR PNS Akan Cair Tanpa Potongan 0
_Black11.png)








