- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
- Bupati Asmar Buka Festival Lari di Atas Tual Sagu, Tradisi Unik Meranti Didorong Jadi Potensi Budaya
- Syahrul Aidi Apresiasi Walkout Indonesia Saat Netanyahu Hadir di Sidang Umum PBB
- Hendry Munief Dukung Pembentukan Politeknik Teknologi Modern Indonesia di Riau
- Ketua BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB
- PT Mahakarya Kayu Indah Buka Kemitraan
- Panitia Matangkan Persiapan Sirkuit FORKI Riau Open Karate Kid Serie 3
- Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
- Komisi VII DPR RI Soroti Efisiensi dan Dampak Ekonomi Kawasan Industri
- Hanya Pakai BPJS RS Zainab Selamatkan Nyawa Keluarga Besar JMSI Riau
Mengenal BI Fast Payment yang Bikin Transfer Jadi Lebih Murah

(DDTCNews)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) bakal meluncurkan BI Fast Payment pada tahun ini. Layanan ini akan menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Nantinya, sistem akan beroperasi selama 24 jam dan mempercepat sistem kliring di bank tanpa batas.
Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono menyebut BI Fast Payment didesain untuk menjadi alat pembayaran bagi para pelaku industri, ritel, dan UMKM lewat pembayaran transfer online.
Inisiatif tersebut merupakan implementasi dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 guna menyediakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang cepat, serta mewujudkan industri penyelenggara sistem pembayaran yang inovatif, kolaboratif, dengan standar keamanan yang tetap terjaga.
Diharapkan lewat BI Fast Payment, masyarakat dapat menikmati jasa sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal di era digital guna mendukung aktivitas perekonomian.
"BI-FAST merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen dan kanal pembayaran, secara seketika (real-time) dan 24/7," jelasnya lewat rilis, Selasa (6/4).
Beberapa fitur dalam BI Fast adalah penyelesaian transaksi secara real time di level bank dan nasabah, layanan tersedia tanpa batasan waktu, validasi dan notifikasi secara real time, penggunaan proxy address sebagai alternatif nomor rekening penerima, fitur keamanan yang andal berupa fraud detection, dan AML/CFT system (Anti-Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism).
Saat ini, tahapan BI-FAST ada pada fase pengembangan dengan target implementasi layanan transfer kredit individual pada akhir 2021."Standar Standar Open Application Programming Interfaces (Open API) Pembayaran merupakan upaya BI untuk mendorong transformasi digital industri perbankan dan keterhubungan antara bank dan fintech melalui open banking," terang dia.
Standar Open API Pembayaran meliputi standar data, standar teknis dan keamanan, serta standar tata kelola. Sedangkan penyusunan Standar Open API Pembayaran dimulai dengan penerbitan Consultative Paper Standar Open API Pembayaran oleh BI pada kuartal I 2020, dilanjutkan dengan penyusunan spesifikasi dari Standar Open API Pembayaran bersinergi erat dengan Working Group Nasional.
Untuk mendukung implementasi Standar Open API Pembayaran, pada tahun ini BI akan menerbitkan ketentuan terkait. BI juga akan merilis developer site yang dilengkapi dengan sandbox untuk ujicoba pengembangan API pembayaran, guna mendukung dimulainya fase pengembangan serta piloting sebagai persiapan menuju implementasi penuh di 2022.
(wel/age)
Berita Terkait :
- Mimpi Jokowi Bikin Pengusaha Warteg Naik Kelas 0
- Pemerintah Belum Tetapkan Biaya Haji 2021, Tapi Bisa Naik 0
- Roda Ekonomi Berputar, Harga Minyak Dunia Merangkak 0
- THR PNS Akan Cair Tanpa Potongan 0
- Harga Emas Antam Hari ini, Turun ke Rp.920 Ribu0
_Black11.png)









