- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
BRIPKA Erwin: Kebun Kecil, Dampak Besar Untuk Ketahanan Pangan

Keritang – Di bawah terik siang Sabtu, 23 Mei 2026, BRIPKA Erwin berjalan perlahan di antara barisan tanaman cabai milik Nur Cahyo di RT 003/RW 003 Dusun Kuala Sei Akar, Desa Sencalang.
Tangannya menyentuh daun yang mulai berbuah, matanya menelisik satu per satu batang yang dirawat dengan hati-hati. Bukan patroli keamanan yang ia bawa kali ini, melainkan pendampingan untuk menjaga harapan ketahanan pangan di tingkat desa.
Lahan seluas 20 x 20 meter itu menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tak pernah mematikan semangat bertani. Di atas tanah itulah Nur Cahyo menaruh harapan untuk keluarga dan kebutuhan pangan warga sekitar.
BRIPKA Erwin datang bukan hanya sebagai aparat penegak hukum. Ia hadir sebagai pendengar, pemberi semangat, sekaligus jembatan antara petani dan program pemerintah. Diskusi kecil terjadi di sela bedengan, tentang hama, pupuk, dan pengairan.
“Kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan di tingkat desa berjalan mandiri dan kuat. Kebun cabai milik Pak Nur Cahyo ini adalah contoh nyata bagaimana pemanfaatan lahan pekarangan atau lahan terbatas bisa berdampak besar bagi ekonomi keluarga dan pemenuhan kebutuhan pangan lokal,” ujar BRIPKA Erwin pelan, seolah tak ingin mengganggu ketenangan kebun itu.
Bagi Nur Cahyo, kehadiran Bhabinkamtibmas yang rutin turun ke dusun membawa rasa tenang yang sulit diukur. Di tengah tantangan cuaca dan harga pupuk, semangat petani tetap menyala karena merasa didampingi.
“Kalau ada pak polisi datang, kami jadi lebih semangat. Rasanya ada yang peduli dengan kerja kami di kebun,” ucap Nur Cahyo sambil menunjuk bibit cabai yang baru ditanam.
Secara terpisah, Kapolsek Keritang AKP Yosi menyatakan bahwa aksi monitoring seperti ini adalah bentuk komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Ketahanan pangan, menurutnya, tak bisa dibangun dari meja kantor.
Dengan terjaganya sektor pertanian, stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Keritang diharapkan tetap kokoh dan kondusif. Dari Kuala Sei Akar, harapan itu kini tumbuh perlahan, seteguh cabai yang mulai merona di bawah langit Sencalang.
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)








