- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Britney Menangis 2 Minggu karena Dokumenter tentang Dirinya

Britney Spears(IDN times)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Britney Spears mengaku menangis hingga dua minggu setelah dirinya melihat dokumenter tak resmi tentang dirinya yang digarap oleh New York Times, Framing Britney Spears.
Hal itu diungkapkan Britney dalam unggahan di media sosialnya, Rabu (31/3), bersamaan dengan video dirinya menari dan berjoget yang ia sebut dilakukan "demi kewarasan".
"Hidup saya selalu jadi spekulasi, dilihat, dan dihakimi sepanjang hidup saya! Demi kewarasan, saya butuh berjoget dengan @iamstevent [Steven Tyler] setiap malam dalam hidup saya!" kata Britney.
"Butuh banyak kekuatan untuk percaya semesta dengan kerapuhanmu yang nyata karena saya selalu dihakimi, dihina, dan dipermalukan oleh media.. dan saya masih diperlakukan seperti itu hingga hari ini," kata Britney yang juga menyebut dunia terus berjalan dengan kejam bagi orang yang sensitif seperti dirinya.
"Saya tidak menonton dokumenternya namun dari apa yang saya lihat, saya malu dengan sorotan yang mereka lakukan kepada saya. Saya menangis dua minggu dan ya, saya terkadang masih menangis," katanya.
Unggahan itupun mendulang banyak dukungan dari para penggemarnya. Mereka tetap memberikan dukungan moril kepada pelantun Toxic tersebut dan menyebutnya sebagai sosok yang kuat.
Sebelumnya seorang sumber mengatakan kepada ET bahwa Britney kini hidup lebih bahagia dengan dikelilingi oleh orang-orang terdekatnya.
"Britney jauh lebih bahagia akhir-akhir ini dan orang-orang terdekatnya merasakan itu karena dia menerima dukungan yang luar biasa dari para penggemarnya," kata si sumber.
"Peluncuran film dokumenter ini telah menginspirasi pemberian lebih banyak cinta dari sebelumnya. Meskipun dia belum dapat mengubah konservatorinya, dia menerima jutaan pesan dari penggemar di media sosial dan dia merasa jauh lebih dipahami," lanjutnya.
Pada 5 Februari lalu, The New York Times merilis serial dokumenter Framing Britney Spears yang menyoroti gaya serta rupa pemberitaan media soal penyanyi yang kini berusia 39 tahun tersebut.
Dokumenter bukan resmi dari Britney Spears tersebut membahas berbagai hal, mulai dari kariernya yang melesat di awal milenium hingga berbagai skandal juga kejatuhan karier Spears yang heboh lebih dari sedekade lalu.
Dokumenter tersebut juga membahas soal conservatorship atau konservatori dan perseteruan Britney Spears dengan ayahnya, Jamie, yang menggerakkan penggemar menggemakan tagar "Free Britney".
Penjelasan soal konservatori Briney Spears dan gerakan tersebut bisa dilihat di sini.
(end)
Berita Terkait :
- Ariana Grande Ganti Nick Jonas Jadi Coach The Voice0
- Penyebab Bau Mulut di Pagi Hari 0
- Arti Nama Ukkasya,Anak Pertama Zaskia Sungkar-Irwansyah0
- Yeri Red Velvet Bakal Muncul di Drama Blue Birthday0
- Coldplay Sumbang Perahu Untuk Bersihkan Sungai di Malaysia0
_Black11.png)









