- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
BRK Syariah dan RSUD Ahmad Tabib luncurkan layanan E-BLUD: Langkah Maju Digitalisasi Keuangan Daerah

BRK Syariah dan RSUD Ahmad Tabib luncurkan layanan E-BLUD: Langkah maju digitalisasi keuangan daerah (ANTARA/HO-BRK Syariah)
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Bank Riau Kepri (BRK) Syariah bersama RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi meluncurkan layanan Electronic Badan Layanan Umum Daerah (E-BLUD), Selasa malam (15/4/2025), di Ballroom Hotel Harris Batam Center. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam percepatan digitalisasi sistem keuangan daerah.
Dengan mengusung tema “Nikmati Kemudahan Digitalisasi Keuangan BLUD bersama BRK Syariah”, layanan E-BLUD menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia yang terhubung secara langsung dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, M.A. Suharto, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kepri dan Dirjen Bina Keuangan Daerah atas dukungan mereka terhadap inisiatif ini. Ia menjelaskan bahwa layanan E-BLUD berbasis Cash Management System (CMS), yang memungkinkan transaksi keuangan seperti pembayaran gaji, pembayaran rekanan, hingga pelaporan, terintegrasi langsung dengan sistem perpajakan daerah.
“Ini bukan hanya tentang kemudahan, tapi juga wujud nyata dari komitmen kami untuk mendukung transformasi digital di sektor publik,” ujar Suharto.
Lebih lanjut, Suharto menegaskan bahwa sistem ini mampu menciptakan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan rumah sakit daerah. Semua proses dilakukan secara digital, aman, dan dapat dipantau secara real-time, yang turut meminimalkan risiko korupsi serta mengurangi antrean layanan.
“RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan sistem E-BLUD terintegrasi secara real-time dengan layanan perbankan dan pajak daerah.” tegasnya.
Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. A. Fatoni, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif ini. Ia mengungkapkan, dari 920 rumah sakit daerah yang ada di Indonesia, baru 720 yang berstatus BLUD, dan inisiatif E-BLUD ini diharapkan dapat mendorong profesionalisme serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.
“Ini kali pertama di Indonesia sistem E-BLUD terintegrasi penuh dengan BPKAD dan SIPD. Sistem ini menyederhanakan proses, mempercepat transaksi, serta mengurangi pencatatan manual yang rentan kesalahan,” jelas Fatoni.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi layanan ini. Ia berharap keberhasilan sistem ini di RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi pijakan untuk replikasi ke rumah sakit dan puskesmas lain, termasuk di wilayah kepulauan.
“Jika sistem ini bisa berjalan optimal hingga ke tingkat puskesmas, maka pelayanan kesehatan akan lebih merata dan maksimal. Tapi tentu, kita juga harus memastikan integrasi lintas instansi agar sistem ini tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Ansar juga meminta Sekda Kepri untuk menyiapkan infrastruktur pendukung seperti server dan jaringan, agar implementasi sistem berjalan lancar. “Kalau berhasil, kita akan terapkan ke seluruh Kepri,” tegasnya.
Acara peluncuran ini juga dirangkai dengan sesi talk show bersama akademisi dari Universitas Indonesia dan Plt Direktur RSUD Bambang Utoyo. Diskusi membahas potensi pengembangan sistem keuangan digital di daerah serta tantangan implementasinya.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Direktur Operasional BRK Syariah, Said Syamsuri, Kasubdit BUMD, BLUD, dan BUMDes Kemendagri R. Wisnu Saputro, Sekda Kepri Drs. Adi Prihantara, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kepala BPKAD Provinsi Kepri Venny Meitaria Detiawati, Kepala BPKAD Kota Tanjungpinang Djasman, serta Ketua ARSADA Kepri dr. Asep Guntur Sapari.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









