- Jumat Keliling serentak Polres Meranti dan Jajaran Sambangi 30 Masjid, Sasar 2.400 Jemaah
- Polsek Tebing Tinggi Bekuk Terduga Pencuri Ruko Peralatan Bangunan
- Komisi VII DPR Soroti Tata Kelola KUR, Hendry Munief Dorong Pembiayaan Tepat Sasaran
- Karmila Sari Dorong Mahasiswa Manfaatkan AI Tanpa Kehilangan Daya Kritis
- 335 Pejuang Ilmu: FEB UNISI Tembilahan Kukuhkan Lulusan Ke-XX dengan Bangga
- Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki
- Pelantikan JMSI Dumai Periode 2026-2031, Syafriadi Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan
- Pilkades Di Gelar Pekan Depan Bupati Asmar Ajak Desa Melaksanakan Dengan Baik
- Bupati Asmar Pimpin Rakor Persiapan dan Tahapan Pilkades Serentak
- Cegah Karhutla, Polsek Rangsang Barat Sasar Jemaah Maulid Nabi Di Desa Lemang
Bupati Kampar Siap Ikuti Anjuran Gubri Batalkan Safari Ramadan
Tujuh Orang Positif Covid-19 di Kampar

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto didampingi Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal dan Forkopimda menyampaikan laporan kepada Gubernur Riau pada video conference penanganganan Covid-19.
BANGKINANG (VOKALONLINE.COM)- Sebanyak tujuh orang tercatat sebagai penderita Covid-19 di Kabupaten Kampar saat ini. Oleh karenanya, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto Datuk Rajo Batuah, pada kegiatan video conference dengan Gubernur Riau, Senin (19/4/2021) siap membatalkan kegiatan safari Ramadan.
Di Kabupaten Kampar, video conference yang diikuti para bupati/walikota serta forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) se-Provinsi Riau ini lengkap dihadiri oleh Forkopimada Kabupaten Kampar termasuk Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal dan sejumlah kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di aula Rumah Dinas Bupati Kampar di Jalan Prof M Yamin, SH, Bangkinang.
Akibat meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Riau dan khususnya di Kabupaten Kampar, pada teleconference ini Gubernur Riau Syamsuar melarang pemerintah kabupaten dan kota dan semua pihak menyelenggarakan kegiatan safari Ramadan.

"Berkenaan Covid 19 dilihat dari data, ada peningkatan kasus akibat lemahnya penekanan protokol kesehatan. Kami melihat lemah masyarakat dalam penekanan protokol kesehatan Covid-19," ungkap Catur.
Peningkatan kasus Covid-19 kata Bupati Kampar akibat lemahnya kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.
Menurutnya, Pemkab Kampar harus segera melakukan upaya dan langkah-langlah untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
Selanjutnya Bupati Kampar merinci, tujuh orang pasien positif Covid di Kampar tersebar di beberapa rumah sakit di Pekanbaru dan hanya satu orang yang dirawat di RSUD Bangkinang.
"Sampai saat ini ada lima orang yang meninggal (meninggal dunia di Kampar red," terang Catur.
Menyikapi perkembangan Covid-19, Pemkab Kampar sudah mempersiapkan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Ada sepuluh posko di lima kecamatan ini tentunya untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dan tentunya terus kampanyekan kepada masyarakat agar selalu tegakkan protokol kesehatan," imbuh Ketua DPC PKB Kampar itu.
Catur menambahkan, Kampar juga sudah mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) berkenaan tindakan untuk zona yang sudah direkomendasikan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri sesuai zonasi sampai tingkat RT dan RW.
Pada kesempatan ini Bupati Kampar juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kampar sudah menjadwalkan kegiatan safari Ramadan. Kegiatan telah diawali di Masjid Al Ittihad, Pasar Kuok pada Ahad (18/4/2021) malam. Ia mengaku tak sampai sepuluh persen yang menggunakan masker. "Maka kami akan alihkan kegiatan safari ini waktu Sholat Zuhur berjemaah. Karena kami setiap safari memberikan bantuan untuk masjid yang ditetapkan," kata Catur.
Menanggapi laporan Bupati Kampar, Gubernur Riau H Syamsuar menyampaikan agar kegiatan safari Ramadan ditunda dulu dan bantuan untuk masjid diberikan melalui rekening pengurus masjid.
"Sesuai arahan pusat, kita tak bolehkan kegiatan buka bersama dan safari," tegas Syamsuar.
Mantan Bupati Siak ini juga mengakui telah membatalkan kegiatan safari Ramadan Pemprov Riau karena tingginya peningkatan pasien Covid-19. "Kalau buka bersama itu membuka masker semuanya, itu bahaya juga.
"Pemerintah juga melarang buka bersama termasuk kegiatan di Idul Fitri, belum dibolehkan," ulas Syamsuar.
Pada kesempatan ini Syamuar juga mengingatkan Bupati Kampar mewaspadai daerah perbatasan. "Kadang-kadang warga Pekanbaru tapi tinggal di daerah bapak," kata Syamsuar. Ia meminta peran camat, kapolsek, lurah/kepala desa di daerah perbatasan agar lebih proaktif mengkampanyekan protokol kesehatan.(hir)
Berita Terkait :
- Bangga Bersama Tokoh Muhammadiyah, Bupati H Catur Sugeng Juga Senang Disuguhi Kuabu0
- Yuricho Pimpin Dinas Kominfo Kampar0
- Begini Perjuangan H Catur Sugeng agar Masyarakat Kampar Bisa Menikmati Jalan Bagus0
- Mantap, Bupati Kampar, DPRD dan Sekda Berbuka Bersama0
- Bupati Kampar Rotasi Sejumlah Pejabat Eselon II0
_Black11.png)









