- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
- Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Konflik Agraria Inhu Petani Sungai Raya dan Sekip Hilir, Adian Napitupulu: Jangan Tekan Masyarakat
- RSUD Tengku Sulung Ajak Semua Elemen Beri Dukungan Pemulihan untuk Korban Kebakaran Pulau Kijang
- Polda Riau Kukuhkan 23 Duta Anti Narkoba, Kapolda: Panipahan Jadi 'Wake-Up Call' Bersama
Bupati Meranti Tolak Kunker Gubri, Dheni Kurnia: Itu Pembangkangan Pada Pemerintah

Dheni Kurnia dan M Adil.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Penolakan kunjungan kerja Gubernur Riau Syamsuar yang dilakukan Bupati Kepulauan Meranti M Adil terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Selain dinilai tidak beretika, Bupati M Adil juga dipandang telah membangkang terhadap pemerintah pusat.
"Kenapa saya bilang begitu? Yang melantik bupati itu ya Gubernur. Karena gubernur juga mewakili pemerintah pusat, berarti Adil itu membangkang pada Pemerintah. Jadi dia tak paham dengan tugasnya sendiri. Bagaimana rasanya jika Bupati dilarang camat untuk masuk wilayahnya?" kata Penasihat Ahli Gubernur Riau Bidang Informasi dan Komunikasi H Dheni Kurnia, Jumat (14/10/2022) menanggapi kejadian yang menghebohkan itu.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, kunjungan kerja Gubernur Riau Syamsuar ke Meranti pada Kamis (13/10/2022) batal dilakukan karena kehadirannya mendapat penolakan dari Bupati Kepulauan Meranti M Adil. Akibatnya agenda Gubri ke Sekretariat Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Rumbio Nusa Mandiri (RNM) batal lantaran persoalan itu.
Bupati M Adil sendiri membantah menolak kedatangan Gubernur Riau, Syamsuar, ke negeri penghasil Sagu tersebut. "Siapa yang menolak?" Jawab M Adil balik bertanya saat ditanyakan media tentang kabar penolakan kunjungan Gubernur Syamsuar.
Namun, adanya kesan kekecewaan terhadap Gubernur Syamsuar dari Bupati Kepulauan Meranti, M Adil, tidak dapat disembunyikan. M Adil seakan mengungkit janji kampanye Syamsuar saat mencalonkan jadi Gubernur Riau.
Ia mengatakan, Syamsuar bukan ditolak datang ke Meranti, akan tetapi batal membawa janji kampanye. "Syamsuar itu batal membawa janji kampanye ke Meranti," sentil M Adil.
Menurut Dheni Kurnia, penolakan kehadiran Syamsuar karena janji kampanye, itu membuktikan Aidil "Asbun". "Kalau gubernur berjanji, dia akan berusaha menepati. Cuman kadang prosesnya yang lambat, karena menunggu regulasinya. Apapun alasannya jangan melarang orang untuk datang. Tamu harus dihormati, meskipun datang tak diundang," tegas Dheni Kurnia yang juga wartawan senior Riau tersebut.
Dheni mengaku sangat prihatin dengan sikap kepemimpinan Bupati Meranti M Adil. Sebagai kepala daerah, tidak semestinya hal demikian dipertontonkan kepada nasyarakat. "Jadilah kepala daerah yang arif dan bijaksana. Berpikir sebelum berkata dan bertindak. Jangan Asbun atau adalah bunyi," kritik Dheni.
Kejadian bupati menolak kedatangan gubernur ke daerahnya, menurut Dheni, baru kali ini terjadi di Indonesia. Dan itu terjadi di Riau. "Ada warga yang ditolak datang oleh kepala daerahnya. Apalagi yang ditolak oleh bupati itu adalah gubernur Riau yang yang ingin jumpa masyarakatnya. Dia wakil pemerintah pusat, sekaligus Gubernur Riau," sebut Dheni dengan nada heran.
Dijelaskan Dheni, memang dalam kejadian itu Gubri berinisiatif untuk menunda kunjungannya. Karena berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, ada kekhawatiran jika Gubri tetap memaksakan datang akan ada pejabat setempat yang terkena sanksi nantinya.
"Untung gubernur menunda minatnya berkunjung. Karena untuk menjaga satu dan lain hal. Gubernur khawatir jika dia berkunjung nanti ada pula pejabat yang kena indisipliner dari bupatinya. Entah camat, lurah dan sebagainya," kata Penasihat Ahli Gubernur tersebut.
Dheni sendiri mendapat informasi bahwa penolakan tersebut diduga terkait dengan tahun politik Pilkada 2024. "Saya dengar Adil akan maju jadi Gubernur Riau. Kalau ini soalnya, ya maju aja. Gak ada yang larang kok. Jangan pula ini dijadikan sangkaan Gubernur Syamsuar akan kampanye sebelum waktu. Itu masih lama. Masih tahun 2024 nanti," tutup Dheni Kurnia.
Berita Terkait :
- Masyarakat Riau Nilai Erwin Dimas Bakir Alie Sosok Tepat Jadi Pj Gubri0
- Sebut Gubri Pikun, Politisi Partai Golkar Minta Mendagri Sekolahkan Bupati Meranti0
- Tak Hargai Pemerintah Pusat, Topan Minta Mendagri Segera Evaluasi Bupati Meranti0
- Polda Riau Hentikan Kasus Polwan Aniaya Warga, Korban Cabut Laporan0
- Guru Besar Dukung Terlaksananya Tridharma Perguruan Tinggi0
_Black11.png)









