- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
- RAPP Terima Penghargaan Industry Marketing Champion 2026 dari MarkPlus
- RAPP Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Karhutla di Riau
- RAPP Semarakkan Hari Anak Nasional 2026, Perkuat Dukungan Bagi Tumbuh Kembang Anak
China Blokir Aplikasi Signal yang Makin Populer

signal(nagoyanewsco.id)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Aplikasi perpesanan instan makin populer karena kasus WhatsApp, Signal, diblokir di China. Seluruh pengguna di daratan China dilaporkan tidak dapat lagi mengakses aplikasi besutan Brian Acton itu, Selasa (16/3).
Kabar ini muncul sebulan setelah penyensoran aplikasi Signal di Iran. Hal ini dilakukan agar warga mereka tidak lagi menggunakan Signal sebagai aplikasi pesan instan untama.
Signal tidak sendiri, aplikasi media sosial lainnya juga telah diblokir di negeri Tirai Bambu itu, seperti Facebook, Google dan Twitter yang telah diblokir selama bertahun-tahun.
Meski telah mengakali IP Address menggunakan VPN, pengguna masih tetap tidak bisa mengakses Signal. Pengguna dikabarkan tidak bisa mengirim pesan maupun melakukan panggilan, meski menggunakan VPN.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui pemblokiran itu dan internet di sana dikatakan masih bersifat terbuka.
"Dapat saya sampaikan kepada Anda bahwa pada prinsipnya internet di China terbuka, dan pemerintah China mengelola urusan terkait internet menggunakan hukum dan aturan," ujar Zhao seperti dikutip dari Techradar.
Belakangan Signal menjadi populer di kalangan pengguna China yang prihatin tentang privasi online mereka. Meski begitu pengguna Signal masih jauh lebih sedikit dari WeChat yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna.
Pembatasan di aplikasi perpesanan juga kerap dilakukan otoritas China, misalnya terkait pemblokiran pesan atau konten yang sensitif atas politik di WeChat.
Aplikasi Signal mulai tidak tersedia di China mulai 16 Maret, situs Signal juga telah diblokir sejak 15 Maret menurut Greatfire.org. Namun Signal masih bisa diunduh di App Store China pada 16 Maret, hal ini mengindikasikan pihak Apple belum menerima perintah penghapusan aplikasi.
Platform toko aplikasi Android di China dioperasikan oleh banyak perusahaan teknologi China. Berdasarkan laporan Techcrunch banyak pihak ketiga itu yang mematuhi sensor lokal secara ketat untuk tidak mencantumkan Signal di tokonya.
Signal versi iOS telah diinstal hampir 510.000 kali di China. Baru-baru ini Signal melampaui 100 juta unduhan di App Store dan Google Play secara global.
Signal dan saingannya Telegram mengalami lonjakan unduhan setelah kebijakan privasi WhatsApp yang memicu peralihan pengguna, sejak bulan Januari.
Meskipun dampaknya tidak signifikan di China karena penduduknya banyak menggunakan WeChat, tetapi Signal dan Telegram telah melihat peningkatan pengguna walaupun dalam jumlah yang kecil.
(can/fea)
Berita Terkait :
- Pembaruan Samsung Galaxy A700
- Map Baru Among Us Akan Rilis Bulan Ini0
- Spesifikasi Nokia 5.40
- Realme GT Neo Dikabarkan Akan Rilis Bulan Maret0
- Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Pro0
_Black11.png)








