- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
China Blokir Aplikasi Signal yang Makin Populer

signal(nagoyanewsco.id)
Vokalonline.com -Dilansir dari CNN Indonesia -- Aplikasi perpesanan instan makin populer karena kasus WhatsApp, Signal, diblokir di China. Seluruh pengguna di daratan China dilaporkan tidak dapat lagi mengakses aplikasi besutan Brian Acton itu, Selasa (16/3).
Kabar ini muncul sebulan setelah penyensoran aplikasi Signal di Iran. Hal ini dilakukan agar warga mereka tidak lagi menggunakan Signal sebagai aplikasi pesan instan untama.
Signal tidak sendiri, aplikasi media sosial lainnya juga telah diblokir di negeri Tirai Bambu itu, seperti Facebook, Google dan Twitter yang telah diblokir selama bertahun-tahun.
Meski telah mengakali IP Address menggunakan VPN, pengguna masih tetap tidak bisa mengakses Signal. Pengguna dikabarkan tidak bisa mengirim pesan maupun melakukan panggilan, meski menggunakan VPN.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui pemblokiran itu dan internet di sana dikatakan masih bersifat terbuka.
"Dapat saya sampaikan kepada Anda bahwa pada prinsipnya internet di China terbuka, dan pemerintah China mengelola urusan terkait internet menggunakan hukum dan aturan," ujar Zhao seperti dikutip dari Techradar.
Belakangan Signal menjadi populer di kalangan pengguna China yang prihatin tentang privasi online mereka. Meski begitu pengguna Signal masih jauh lebih sedikit dari WeChat yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna.
Pembatasan di aplikasi perpesanan juga kerap dilakukan otoritas China, misalnya terkait pemblokiran pesan atau konten yang sensitif atas politik di WeChat.
Aplikasi Signal mulai tidak tersedia di China mulai 16 Maret, situs Signal juga telah diblokir sejak 15 Maret menurut Greatfire.org. Namun Signal masih bisa diunduh di App Store China pada 16 Maret, hal ini mengindikasikan pihak Apple belum menerima perintah penghapusan aplikasi.
Platform toko aplikasi Android di China dioperasikan oleh banyak perusahaan teknologi China. Berdasarkan laporan Techcrunch banyak pihak ketiga itu yang mematuhi sensor lokal secara ketat untuk tidak mencantumkan Signal di tokonya.
Signal versi iOS telah diinstal hampir 510.000 kali di China. Baru-baru ini Signal melampaui 100 juta unduhan di App Store dan Google Play secara global.
Signal dan saingannya Telegram mengalami lonjakan unduhan setelah kebijakan privasi WhatsApp yang memicu peralihan pengguna, sejak bulan Januari.
Meskipun dampaknya tidak signifikan di China karena penduduknya banyak menggunakan WeChat, tetapi Signal dan Telegram telah melihat peningkatan pengguna walaupun dalam jumlah yang kecil.
(can/fea)
Berita Terkait :
- Pembaruan Samsung Galaxy A700
- Map Baru Among Us Akan Rilis Bulan Ini0
- Spesifikasi Nokia 5.40
- Realme GT Neo Dikabarkan Akan Rilis Bulan Maret0
- Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Pro0
_Black11.png)









