- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI

Dumai, VokalOnline.Com - Polemik pencalonan Johanes Tetelepta yang akrab disapa Aci sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai kembali mencuat. Kali ini, penolakan datang dari Pengurus Cabang (Pengcab) Gokasi Kota Dumai yang mempertanyakan proses pengusungan calon dari cabang olahraga (cabor) karate.
Ketua Pengcab Gokasi Kota Dumai, Rudi Hartono, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan maupun pengambilan keputusan terkait siapa yang akan diusung dari cabor karate untuk maju sebagai calon Ketua KONI Dumai.
Menurut Rudi, sebelum menentukan dukungan terhadap kandidat tertentu, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Dumai seharusnya terlebih dahulu menggelar rapat internal bersama seluruh perguruan karate yang tergabung di dalamnya.
"Maunyo siapapun yang mencalon Ketua KONI harus dikoordinasikan ke perguruan, sebab berdirinya Forki itu karena ada beberapa perguruan karate yang tergabung di dalamnya," tegas Rudi Hartono, Senin (24/8/2026).
Rudi menilai mekanisme pengambilan keputusan harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh unsur perguruan karate. Ia mengaku keberatan apabila ada calon yang disebut mendapat dukungan dari cabor karate, sementara perguruan yang menjadi bagian dari Forki tidak pernah diajak berdiskusi.
"Forki Dumai harus mengadakan rapat sebelum menentukan siapa calon yang akan diusung dari cabor karate untuk Ketua KONI," ujar Rudi dengan nada kesal.
Ia menegaskan, sikap tersebut bukan semata-mata persoalan mendukung atau menolak figur tertentu, tetapi menyangkut mekanisme organisasi dan keterlibatan seluruh perguruan yang berada di bawah naungan Forki Dumai.
"Jangan sampai keputusan hanya dibuat oleh segelintir pihak, sementara perguruan yang tergabung di dalam Forki tidak dilibatkan," tegasnya.
Sebelumnya, Pengcab Tako Dumai juga menyatakan penolakan terhadap pencalonan Aci sebagai Ketua KONI Dumai. Sikap tersebut juga didasari alasan bahwa Forki Dumai dinilai belum melibatkan Tako Dumai dalam menentukan calon yang akan diusung dari cabor karate.
Dengan munculnya sikap dari Gokasi dan Tako, dinamika pencalonan Ketua KONI Dumai semakin menghangat. Kondisi ini sekaligus menjadi sorotan terhadap mekanisme konsolidasi internal cabor karate dalam menentukan sikap politik organisasinya menghadapi pemilihan Ketua KONI Dumai.
Pihak Forki Dumai diharapkan dapat memberikan penjelasan dan menggelar rapat internal agar persoalan dukungan terhadap calon Ketua KONI Dumai dapat dibahas secara terbuka, sehingga tidak menimbulkan polemik di antara perguruan karate yang tergabung di dalamnya.(tim)
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









