- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Dahlan Iskan Soroti Keuangan BUMN Karya

(Okezonenews)
Vokalonline.com Dilansir dari CNN Indonesia -- Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti kondisi keuangan BUMN karya yang dalam keadaan sulit. Hal tersebut terlihat dari dari laporan keuangan tahunan yang baru saja dirilis perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk, misalnya, mengalami rugi hingga Rp7,3 triliun. Padahal, pada 2019 perseroan berhasil mengantongi laba bersih Rp 938 miliar.
Kemudian, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang labanya terpangkas dari Rp2,28 triliun menjadi kurang dari Rp185,76 miliar, dan PT PP (Persero) yang turun dari Rp819,4 miliar menjadi Rp128,7 miliar."Sudah agak lama para pengamat ekonomi memprediksi: BUMN kelompok infrastruktur tinggal tunggu waktu, sulit atau sulit sekali," terang Dahlan dalam laman pribadinya DI's Way, dikutip Senin (5/4).
Menurut Dahlan, pembangunan infrastruktur beberapa tahun terakhir, seperti jalan tol, membuat perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kesulitan pendanaan.
"Ketika bencana tahap 1 datang, harapan tinggal pada obligasi, medium term notes (MTM) dan sejenisnya. Tapi pemilik obligasi pun tahu mana perusahaan yang masih bisa cari pinjaman bank dan mana yang sudah mentok," imbuhnya.
Bahkan, jika menggunakan opsi rights issue di pasar modal, BUMN tetap punya batasan menjual saham ke publik, yaitu 50 persen saja."Perkiraan saya, merosotnya kinerja keuangan mereka sebagian besar akibat kemakan bunga tinggi," ujarnya.
Dahlan khawatir para direksi dan komisaris perusahaan tersebut justru tak merasa khawatir dengan keuangan perusahaan mereka. Sebab, berbeda dengan swasta, perusahaan tersebut bukan milik mereka melainkan milik negara.
Di samping itu, masih ada jalan keluar bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Waskita misalnya dapat menjual jalan tol. "Tapi siapa yang mau beli dalam kondisi sulit begini," tanyanya.
(hrf/bir)
Berita Terkait :
- Sayonara, Giant Pamulang Square Tutup Permanen 0
- Rupiah Menguat Usai Libur Paskah 0
- Harga Emas Antam 5 April, Turun ke Rp.921 pergram0
- Gubernur Riau Dukung Pembangunan 1.000 Rumah Buruh Sawit0
- Memasuki Area Jenuh Jual, IHSG Berpotensi Menguat0
_Black11.png)









