- Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Meranti, Bupati Asmar Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- HMI Kepulauan Meranti Raih Penghargaan dari Polres pada HUT Bhayangkara ke-80
- Kejari Meranti Kembali Gelar Sidang Bersama Pengadilan Putuskan Perkara Narkotika
- Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau dan Dorong Anggaran Afirmatif
- Laporan Polisi Sudah Masuk, Dugaan Penjarahan TBS di Kebun Agrinas Belum Berhenti
- Penjarahan TBS di Kebun Agrinas Palma Nusantara Oleh Gerombolan Nasrun Sitepu Masih Berlanjut
- Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
- Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu, Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika di Kemuning
- AKBP Farouk: Kehadiran Polri Harus Beri Rasa Aman, Cepat, dan Berkeadilan untuk Inhil
- Polres Inhil Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas
Danlanud Lepas 117 Prajurit Kopasgat ke Perbatasan RI-PNG

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Komandan Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Marsma TNI Feri Yunaldi lepas sebanyak 117 personil Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) ke wilayah Republik Indonesia - Papua Nugini (RI-PNG) tahun 2025.
Ratusan prajurit TNI - AU Lanud Rsn tersebut berasal Batalyon Komando 462 Kopasgat. Kemudian, ada juga dari Detasemen Pertahanan Udara 475 Kopasgat. Upacara pelepasan digelar di Shelter Charlie, Jumat (15/2/25).
"Sempurnakan kemampuan, manfaatkan waktu yang ada. Kalian harus berhasil dan selamat. Keberhasilan adalah mutlak, tetapi keselamatan juga menjadi prioritas," kata Danlanud.
Karena itu menurut Danlanud, kesiapan personel dan satuan menjadi faktor utama keberhasilan tugas. Ia mengingatkan bahwa kedisiplinan harus selalu menjadi bagian dari kehidupan setiap prajurit. Terutama dalam tugas operasi perbatasan.
Perwira dengan bintang satu di pundak ini pun menekankan bahwa keberhasilan dalam tugas bukan hanya soal pencapaian operasional. Tetapi juga keselamatan seluruh personel.
"Kalian adalah prajurit tempur dan kalian adalah pemenang. Tidak ada prajurit hebat, melainkan prajurit yang terlatih. Ketajaman naluri tempur, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan mengamankan wilayah operasi menjadi kunci dalam menjaga integritas dan keselamatan di perbatasan RI-Papua Nugini," tegas Danlanud.
Upacara ini turut dihadiri Danwing Udara 6, para Kepala Dinas, Komandan Satuan Lanud Roesmin Nurjadin, Danyonko 462 Kopasgat, serta Dandenhanud 475 Kopasgat.
Kehadiran para pejabat militer tersebut menunjukkan pentingnya misi yang akan dijalankan para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara di perbatasan.***Vol(Mcr/Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









