- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Ekonomi RI Menguat di Tengah Krisis Energi Global, Apa Iya?

Jakarta, VokalOnline.Com - Ekonomi Indonesia diklaim menguat di tengah krisis energi global dan kenaikan harga energi global. Berdasarkan data Bank Dunia, indeks harga energi global pada kuartal III 2022 naik 2,61 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Secara tahunan, harga energi global meroket 64,72 persen pada September 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan harga energi pada komoditas minyak mentah sebesar 84,6 persen. Kemudian, gas alam naik 10,8 persen, dan batu bara naik 4,7 persen.
Kenaikan harga energi global ini mendorong lonjakan inflasi. Tak terkecuali inflasi di Indonesia yang pada September 2022 tercatat di 5,95 persen atau naik dari bulan sebelumnya, yaitu 4,69 persen.
"Secara garis besar, dapat dikatakan Indonesia harus berbangga. Jadi di tengah krisis energi, ekonominya justru terpantau menguat," ujar Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Girta Yoga dalam diskusi daring, mengutip Antara, Selasa (25/10),di lansir dari cnn indonesia.
"Meskipun inflasi naik drastis, Indonesia juga diimbangi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif, sehingga isu (inflasi) tadi terminimalisir," lanjutnya.
Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Indonesia Jiro Tominaga menilai Indonesia memiliki momentum yang kuat di sepanjang sisa tahun ini.
Karenanya, ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022, yakni dari 5 persen pada April lalu menjadi 5,4 persen pada September 2022.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga mengungkap perekonomian domestik pada kuartal III terus membaik ditopang oleh peningkatan konsumsi swasta dan investasi non-bangunan, ekspor, termasuk daya beli masyarakat yang masih terjaga di tengah lonjakan inflasi.
Tak hanya itu, indikator lainnya dan hasil survei BI terakhir, seperti indeks keyakinan konsumen, penjualan eceran, serta purchasing managers index (PMI) manufaktur, menunjukkan pemulihan ekonomi berjalan baik.
Dari sisi eksternal, ekspor diperkirakan tetap kuat, khususnya komoditas batu bara, CPO, serta besi dan baja, seiring dengan permintaan sejumlah mitra dagang dan kebijakan pemerintah mendorong ekspor CPO dan produk turunannya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Agar Hasil Kuat dan Kokoh, Campuran Semen dan Material Harus Tepat0
- Pekerjaan Fisik Terus Digenjot Tim Satgas TMM Ke 115, Meskipun Hari Libur0
- Progres Sasaran 3 Mencapai 50 %, Pengerjaan Semenisasi Jalan Terus Dikebut 0
- Danau Raja Jadi Objek Wisata Alternatif Untuk Siang dan Malam Hari di Inhu0
- Satgas TMMD Ke-115 Kodim 0313/KPR Pasang Gorong-Gorong Secara Manual0
_Black11.png)









