- 6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
- PETI Kembali Marak di Sungai Bawang F5, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
- Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
- Hendry Munief Dorong Hilirisasi Industri Kopi Nasional, Liberika Meranti Jadi Sorotan
- Karmila Sari Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah di Riau
- Pemkab Meranti Dorong Produk Unggulan UMKM Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
- Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasinya
- 36 Mahasiswa ITS Meranti Diwisuda, Pemda Ajak Ikut Membangun Daerah
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
- Konferensi Pers di Tengah Karhutla 85 Hektare, Polres Meranti Tetapkan Satu Tersangka
Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Advertorial

TELUK KUANTAN, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambil langkah diplomasi antar daerah demi menyukseskan gelaran perhelatan kebudayaan nasional. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten serta Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung dan Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk meminta tindakan tegas terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hulu sungai.
Langkah antisipatif ini dipandang sangat mendesak mengingat aliran sungai di wilayah Sijunjung dan Dharmasraya terhubung langsung dengan Sungai Kuantan. Maraknya operasi penambangan emas ilegal di bagian hulu tersebut terbukti menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan dan tingginya kekeruhan air sungai. Kualitas air yang buruk dinilai dapat mengganggu kelancaran agenda tahunan Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 19–23 Agustus 2026.
Dalam permohonannya, Pemkab Kuansing menekankan pentingnya pembersihan rakit-rakit PETI agar kondisi perairan kembali jernih dan aman digunakan untuk arena perlombaan. Langkah koordinasi lintas provinsi ini juga diperkuat dengan operasi di lapangan oleh jajaran Polres Kuansing bersama Polda Riau yang mengintensifkan patroli serta penyisiran dari wilayah hulu hingga hilir Sungai Kuantan.
Aparat penegak hukum menegaskan tidak akan mentoleransi aktivitas penambangan ilegal yang merusak ekosistem sungai dan merugikan masyarakat luas. Penertiban secara terpadu terus digencarkan guna meminimalisasi keberadaan rakit PETI menjelang hari pembukaan festival.
Melalui sinergi antardaerah dan kepolisian ini, Pemkab Kuansing berharap kondisi Sungai Kuantan dapat pulih tepat waktu. Penertiban PETI ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan hidup, tetapi juga menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi ratusan tim jalur serta ribuan wisatawan yang hadir memadati perhelatan tradisi Pacu Jalur 2026.(adv)**
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









