- Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
- Plt Bupati Kuansing Tinjau Kesiapan Tepian Narosa Jelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
- Festival Pacu Jalur 2026 Siap Digelar, Plt Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Rakyat
- Mensos Komit Hadiri Pembukaan Pacu Jalur 2026 dan Resmikan Sekolah Rakyat di Kuansing
- Kejari Inhu Dalami Laporan Dugaan Gratifikasi dalam Konflik Lahan Petani dan PT SBP
- Pj Sekda Kuansing Pimpin Apel Pasukan Pengamanan Pacu Jalur 2026, Ajak Kedepankan Pendekatan Humanis
- Menjelang H-15 Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Sebanyak 59 Jalur Sudah Mendaftar Ke Panitia
- Ringankan Beban Desa, Pemkab Kuansing Kembali Buka Keterlibatan Sponsor Pacu Jalur
- Di Rencanakan Menteri Sosial Buka Pacu Jalur Event Nasional 2026
- Perhelatan Pacu jalur Event Nasional 2026 Harus di Persiapkan Secara Matang, Meriah dan Aman
Jelang Pacu Jalur 2026, Pemkab Kuansing Desak Penertiban PETI di Hulu Sungai Kuantan
Advertorial

TELUK KUANTAN, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengambil langkah diplomasi antar daerah demi menyukseskan gelaran perhelatan kebudayaan nasional. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten serta Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung dan Dharmasraya, Sumatera Barat, untuk meminta tindakan tegas terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hulu sungai.
Langkah antisipatif ini dipandang sangat mendesak mengingat aliran sungai di wilayah Sijunjung dan Dharmasraya terhubung langsung dengan Sungai Kuantan. Maraknya operasi penambangan emas ilegal di bagian hulu tersebut terbukti menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan dan tingginya kekeruhan air sungai. Kualitas air yang buruk dinilai dapat mengganggu kelancaran agenda tahunan Festival Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, pada 19–23 Agustus 2026.
Dalam permohonannya, Pemkab Kuansing menekankan pentingnya pembersihan rakit-rakit PETI agar kondisi perairan kembali jernih dan aman digunakan untuk arena perlombaan. Langkah koordinasi lintas provinsi ini juga diperkuat dengan operasi di lapangan oleh jajaran Polres Kuansing bersama Polda Riau yang mengintensifkan patroli serta penyisiran dari wilayah hulu hingga hilir Sungai Kuantan.
Aparat penegak hukum menegaskan tidak akan mentoleransi aktivitas penambangan ilegal yang merusak ekosistem sungai dan merugikan masyarakat luas. Penertiban secara terpadu terus digencarkan guna meminimalisasi keberadaan rakit PETI menjelang hari pembukaan festival.
Melalui sinergi antardaerah dan kepolisian ini, Pemkab Kuansing berharap kondisi Sungai Kuantan dapat pulih tepat waktu. Penertiban PETI ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan hidup, tetapi juga menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi ratusan tim jalur serta ribuan wisatawan yang hadir memadati perhelatan tradisi Pacu Jalur 2026.(adv)**
Berita Terkait :
- Polisi Tembak Penampung Narkoba dari Malaysia di Bengkalis0
- Kompol YC Inisiator Pembeli Sabu Untuk Temannya0
- Kepala BPKAD Kuansing Bebas Dari Status Tersangka Korupsi0
- Kompol YC Hisap Sabu di Belakang Rumah Dinas Wakil Gubernur Riau0
- Polda Riau Bongkar Penambangan Ilegal di Hutan Produksi Rokan Hilir0
_Black11.png)









