- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
FGD Bersama KKP, Sekda Bicara Potensi Ikan Tirus

MERANTI, VokalOnline.Com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ruang Rapat Melati, Selasa (30/5/2023). Diskusi yang mengambil tema Sinergitas Bersama Membangun Kakap Putih itu, diikuti oleh peserta secara langsung dan juga daring.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti Bambang Suprianto mengatakan kabupaten termuda di Provinsi Riau itu memiliki banyak potensi perikanan, baik tangkap maupun budi daya. Mulai dari kakap putih hingga udang.
Dia pun menjelaskan, salah satu sektor perikanan yang cukup menjanjikan selain ikan kakap putih, yakni ikan tirus. Menurutnya, limpa dari ikan jenis itu bernilai tinggi di pasaran karena berguna sebagai bahan baku benang bedah.
"Hal ini menjadi potensi yang menjanjikan di Kepulauan Meranti, dan Indonesia," ujarnya.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa saat ini habitat ikan tirus cukup terbatas dan bersifat alami. Pihaknya, kata Bambang, sudah pernah mencoba untuk membudidayakan ikan tirus secara masiv namun belum berhasil.
"Belum ada teknologinya. Mudah-mudahan lewat FGD bisa dibahas, bukan ikan kakap saja," harap Sekda Meranti itu.
Usai pembukaan, kegiatan itu dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing stake holder dan diskusi.
Hadir dalam FGD tersebut, Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan KKP Ir. Riza Shah Phahlevi, M. Sc, PhD, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinisi Riau (Mewakili), unsur Forkopimda Kepulauan Meranti, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, para kepala OPD Kepulauan Meranti dan berbagai satuan kerja lainnya tingkat direktor jenderal kementerian secara daring. (Bom)
Berita Terkait :
- Damkar Meranti Tingkatkan Layanan Kepada Masyarakat0
- 10 Desa Ikut Berlomba di MTQ Kecamatan Rangsang Pesisir0
- Pemkab Meranti Bantu Korban Kebakaran Rumah di Rangsang0
- Polisi di Meranti Terus Antisipasi Munculnya Berbagai Tindak Kejahatan0
- Buka MTQ Tebingtinggi Timur, H. Asmar : Tahun ini Jalan Poros STB-Lukun Diperbaiki0
_Black11.png)









