- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
G7-NATO Kutuk Serangan Biadab Rudal Rusia ke Ukraina saat KTT G20

VokalOnline.Com - Negara G7 bersama perwakilan Uni Eropa serta Organisasi Pakta Negara Atlantik Utara (NATO) mengutuk keras serangan rudal "barbar" Rusia ke Ukraina pada Selasa (15/11).
Rusia dilaporkan menembakkan setidaknya 90 rudal rudal ke sejumlah wilayah di Ukraina pada Selasa. Serangan rudal itu berlangsung ketika negara G20, termasuk Rusia, menggelar pertemuan puncak di Nusa Dua, Bali.
"Kami mengutuk serangan rudal biadab yang dilakukan Rusia ke kota-kota Ukraina dan infrastruktur sipil pada Selasa," bunyi pernyataan bersama negara G7-NATO usai menggelar rapat darurat di Nusa Dua.
Mereka yang hadir dalam rapat darurat itu adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden, PM Inggris Rishi Sunak, Ketua Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Komisi Eropa von der Leyen, PM Kanada Justin Trudeau, PM Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Olaf Scholz, PM Jepang Fumio Kishida, hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam rapat itu, Biden Cs juga membahas serangan rudal diduga buatan Rusia yang menghantam sebuah desa di Polandia yang berbatasan dengan Ukraina. Insiden yang menewaskan dua orang itu terjadi bersamaan ketika Rusia menghujani rudal daerah-daerah di Ukraina.
"Kami juga membahas ledakan yang terjadi di bagian timur Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina. Kami menawarkan dukungan penuh dan bantuan untuk penyelidikan yang sedang berlangsung di Polandia," bunyi pernyataan G7-NATO itu menambahkan.
"Kami setuju untuk tetap berkomunikasi secara erat untuk menentukan langkah selanjutnya yang tepat saat penyelidikan berlangsung."
Sebelum pertemuan darurat ini, Biden juga sudah menelepon Presiden Polandia, AndrzejDuda, untuk membahas langkah lanjutan.
Sementara itu, sejumlah pemimpin negara Eropa, termasuk Macron dan Scholz, juga sudah merilis pernyataan simpati terhadap warga Polandia.
Duda sendiri menegaskan bahwa Polandia belum mengetahui pihak yang menembakkan rudal buatan Rusia tersebut. Namun, militer Polandia sudah dalam posisi siaga.
Insiden ini menjadi sorotan karena Rusia selama ini menghindari konfrontasi langsung dengan negara anggota NATO.
NATO memegang prinsip bahwa gempuran terhadap salah satu anggota mereka merupakan serangan kepada blok itu secara keseluruhan.**syafira
Berita Terkait :
- Roket SLS Artemis 1 NASA Terbang ke Angkasa Malam ini0
- Biden Rapat di Bali: Rudal Hantam Polandia Mungkin Bukan dari Rusia0
- Biden Tersandung di Tahura Bali, Langsung Dibantu Jokowi0
- Viral Presiden Prancis Blusukan di Bali sampai Gendong Bayi Warga0
- Pemimpin G20 Kompak Berbaju Putih di Bali, Biden Pakai Jas Biru0
_Black11.png)









