- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
Gawat, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Riau Tertinggi di Sumatra

Seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Provinsi Riau mencatatkan rekor angka kematian terbanyak di Pulau Sumatra akibat Covid-19. Per 19 April 2021, nyawa melayang karena Covid-19 di Riau mencapai 966, di mana jumlah itu bakal bertambah karena masih banyak pasien bergejala berat dirawat.
Pemerintah Provinsi Riau langsung melakukan pertemuan dengan pihak terkait dari Senin pagi, 19 April 2021, kemudian berlanjut pada Selasa siang, 20 April 2021. Agendanya sama yaitu menekan angka kematian dan mencegah banyaknya pasien baru.
Gubernur Riau Syamsuar mengakui daerah yang dipimpinnya paling tinggi di Pulau Sumatra untuk kasus kematian karena Covid-19. Dia menyebut ada beberapa penyebab sehingga pasien tidak terselamatkan.
"Pasien yang datang ke rumah sakit itu sudah bergejala berat atau terlambat ditangani secara medis," kata Syamsuar.
Biasanya, tambah Syamsuar, pasien terkonfirmasi lebih memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Padahal sudah ada fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.
Selama di rumah, gejala pasien terkonfirmasi kian memburuk. Barulah pihak keluarga membawa ke rumah sakit tapi gejalanya sudah berat dan akhirnya meninggal dunia.
"Bukan karena obat, kalau obat di Riau persediannya ada, masalahnya itu terlambat dibawa ke rumah sakit," ucap Syamsuar.
Syamsuar juga meminta rumah sakit di kabupaten untuk segera merujuk pasien gejala berat ke Pekanbaru jika tak tertangani.
"Percepatan soal penanganan, nanti akan ada rapat teknis antara rumah sakit soal ini," jelas Syamsuar.
Terkait ketersediaan ruangan, Syamsuar menyatakan di Riau masih banyak. Dia menyebut saat ini ruangan ICU tingkat keterisiannya 48 persen dan isolasi fasilitas pemerintah 53 persen.
"Masih banyak tapi kita tidak ingin angka bertambah, kalaupun bertambah sedikit," kata Syamsuar. (syu)
Berita Terkait :
- HMMM.....Gubernur Riau Juga Larang Masyarakat Mudik Lokal0
- Belasan Orang Serang Petugas Bea Cukai di Jalan Juanda Pekanbaru0
- Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini0
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
- Bawaslu Proses Laporan PPS Rohul Sebarkan Foto Pasangan Calon Untu PSU0
_Black11.png)









