- Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
- Reskrim Polsek Tebing Tinggi Amankan Pelaku Pencurian di Ruko Jalan Tanjung Harapan
- Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Tembilahan Gelar Donor Darah Bersama
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Batang Tuaka, Satu Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Seorang Pengedar Diamankan di Tembilahan
- Polsek Kempas Ungkap Kasus Narkotika di Desa Danau Pulai Indah, Satu Pelaku Diamankan
- Kabar Duka, Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
- WKC Open Championship II 2026 Sukses Digelar, Inkai Prestasi Sabet Juara Umum
- Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Dr. Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
- Sambu Group Satukan Petani dan Industri dalam Kenduri Kelapa 2026
Gawat, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Riau Tertinggi di Sumatra

Seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Provinsi Riau mencatatkan rekor angka kematian terbanyak di Pulau Sumatra akibat Covid-19. Per 19 April 2021, nyawa melayang karena Covid-19 di Riau mencapai 966, di mana jumlah itu bakal bertambah karena masih banyak pasien bergejala berat dirawat.
Pemerintah Provinsi Riau langsung melakukan pertemuan dengan pihak terkait dari Senin pagi, 19 April 2021, kemudian berlanjut pada Selasa siang, 20 April 2021. Agendanya sama yaitu menekan angka kematian dan mencegah banyaknya pasien baru.
Gubernur Riau Syamsuar mengakui daerah yang dipimpinnya paling tinggi di Pulau Sumatra untuk kasus kematian karena Covid-19. Dia menyebut ada beberapa penyebab sehingga pasien tidak terselamatkan.
"Pasien yang datang ke rumah sakit itu sudah bergejala berat atau terlambat ditangani secara medis," kata Syamsuar.
Biasanya, tambah Syamsuar, pasien terkonfirmasi lebih memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Padahal sudah ada fasilitas isolasi yang disediakan pemerintah.
Selama di rumah, gejala pasien terkonfirmasi kian memburuk. Barulah pihak keluarga membawa ke rumah sakit tapi gejalanya sudah berat dan akhirnya meninggal dunia.
"Bukan karena obat, kalau obat di Riau persediannya ada, masalahnya itu terlambat dibawa ke rumah sakit," ucap Syamsuar.
Syamsuar juga meminta rumah sakit di kabupaten untuk segera merujuk pasien gejala berat ke Pekanbaru jika tak tertangani.
"Percepatan soal penanganan, nanti akan ada rapat teknis antara rumah sakit soal ini," jelas Syamsuar.
Terkait ketersediaan ruangan, Syamsuar menyatakan di Riau masih banyak. Dia menyebut saat ini ruangan ICU tingkat keterisiannya 48 persen dan isolasi fasilitas pemerintah 53 persen.
"Masih banyak tapi kita tidak ingin angka bertambah, kalaupun bertambah sedikit," kata Syamsuar. (syu)
Berita Terkait :
- HMMM.....Gubernur Riau Juga Larang Masyarakat Mudik Lokal0
- Belasan Orang Serang Petugas Bea Cukai di Jalan Juanda Pekanbaru0
- Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini0
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
- Bawaslu Proses Laporan PPS Rohul Sebarkan Foto Pasangan Calon Untu PSU0
_Black11.png)









