- Spanduk Kritik Jalan Rusak Bermunculan, Warga Siak Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur
- Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kepulauan Meranti Ajak Siswa TK Menjadi Sahabat Lingkungan
- Bupati Asmar Perkuat Sinergi dengan Danposal Selatpanjang, Bahas Stabilitas Wilayah dan Pembangunan
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Ribuan Atlet Ditargetkan Berlaga
- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
HMMM.....Gubernur Riau Juga Larang Masyarakat Mudik Lokal

Pengecekan kendaraan penumpang di perbatasan Riau. IST
PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Lonjakan Covid-19 di Riau membuat Gubernur Riau Syamsuar tidak memperbolehkan masyarakat Bumi Lancang Kuning melakukan mudik lebaran meskipun bersifat lokal. Dia menyebut mudik lokal hanya boleh sebelum tanggal 6 Mei 2021.
"Di atas tanggal 6 semuanya dilarang," kata Syamsuar di Pekanbaru.
Beberapa hari lalu, Syamsuar di berbagai media menyebut mudik lebaran lokal bisa dilakukan masyarakat pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Mudik lokal bersifat antara kota atau kabupaten dalam satu provinsi.
Perubahan sikap ini diduga berkaitan erat dengan perkembangan Covid-19 di Riau sejak awal April. Sebab Riau per 19 April 2021 mencatat rekor tertinggi jumlah kasus konfirmasi kumulatif di Pulau Sumatra.
Dibanding 9 provinsi lainnya, Riau telah mencatat 39103 kasus. Selain itu, Riau juga menjadi pemuncak angka kematian di Pulau Sumatra yaitu 966 warga meninggal dunia akibat Covid-19.
Meski demikian, Riau juga mencatat angka kesembuhan cukup tinggi. Hingga kini sudah ada 35461 pasien terkonfirmasi sembuh dan bergabung kembali dengan keluarga.
Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Riau dr Indra Yovi menyebut larangan mudik lokal bisa mengurangi bertambahnya kasus baru. Namun menurutnya, yang penting itu bagaimana menjalankan protokol kesehatan meskipun tidak mudik.
Yovi menjelaskan, lonjakan Covid-19 terjadi karena masyarakat berpuas diri dengan kondisi sekarang. Puas diri dicampur jenuh karena sudah setahun lebih hidup dengan masker dan berjarak.
"Setahun itu bukan waktu lama untuk pandemi, ini masih panjang," kata Yovi.
Masyarakat jenuh dan berpuas diri bisa berakibat fatal. Yovi mencontohkan India yang saat ini tengah menghadapi gelombang tsunami Covid-19 karena masyarakat jenuh sehingga mengabaikan protokol kesehatan.
"Dulu heboh soal Italia, sekarang India, dan Indonesia bisa juga seperti karena tipikal masyarakatnya sama, bandel," kata Yovi. (syu)
Berita Terkait :
- Belasan Orang Serang Petugas Bea Cukai di Jalan Juanda Pekanbaru0
- Syamsuar Sebut Lonjakan Covid-19 di Riau Karena Hal Ini0
- Ada Bagi-bagi Uang di Warung Kopi Sebelum Pencoblosan0
- Bawaslu Proses Laporan PPS Rohul Sebarkan Foto Pasangan Calon Untu PSU0
- Ratusan Polisi Jaga Ketat Pemungutan Suara Ulang di Rohul dan Inhu0
_Black11.png)









