- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Harga BBM Naik Ketua DPRD Riau Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Harga

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Pemerintah mengambil kebijakan menaikkan harga bahan minyak (BBM), akhir pekan lalu. DPRD Riau meminta, dengan kenaikan harga BBM ini, pemerintah daerah menjaga menjaga harga.
Kenaikan harga BBM itu mendapat sambutan dari masyarakat karena dianggap sangat memberatkan ekonomi. Masyarakat khawatir, imbas kenaikan harga itu akan merembet kepada kenaikan harga bahan pokok.
Di Pekanbaru, Riau, pasca beberapa kali aksi unjuk rasa terjadi di gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Meski aksi demo dari kelompok berbeda, tujuan aksi itu sama yakni menolak dan meminta pemerintah mengajukan kenaikan harga BBM.
Menyikapi masalah ini, Ketua DPRD Riau Yulisman mengatakan, DPRD sebagai lembaga yang salah satuan tugas pokoknya menerima aspirasi atas segala sesuatu perkembangan masalah sosial di masyarakat, akan melaksanakan tugas-tugas itu.
"Pemerintah harus menjaga harga, khususnya 9 bahan pokok," kata Yulisman, Rabu (7/9/2022).
Sebab, kata dia, menjamin harga itu menjadi kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
"Apapun situasinya. Karena memang menjaga harga itu tugas pemerintah," tegasnya.
Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) turun ke lapangan untuk mengawasi harga kebutuhan masyarakat. Jangan sampai, tambah dia, kebutuhan pokok ini menjadi masalah di tengah kenaikan harga BBM.
"Jadi mohon cek betul ke bawah. Jangan sampai bahan pokok ini nanti menjadi sesuatu yang bagi masyarakat menjadi masalah. Misalnya harga cabai tinggi, masyarakat tidak mampu membeli. Harus memantau dengan ketat," kata Yulisman. (***)
Berita Terkait :
- APBD 2023 Pekanbaru Meningkat0
- Bahasa Melayu Diusulkan Jadi Bahasa Kerja di ASEAN 0
- Pemprov Libatkan Polda Riau Awasi Bahan Pokok dan BBM0
- MAFAKUMPALA UIR Lakukan Penyuluhan dan Tanam 500 Mangrove di Pesisir Desa Tanjung Pisang0
- 4 Orang Pelaku Eksploitasi Anak Berhasil di Bekuk Polres Siak0
_Black11.png)









