- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Ibu dan Anak Bersimbah Darah
>Korban Ditemukan Pihak Keluarga Setelah tak Bisa Dihubungi >Kedua Korban Menjadi Korban Pembunuhan dan Perampokan

PEKANBARU, VokalOnline.Com -Ibu dan Anak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ditemukan tewas mengenaskan. Keduanya, Hasnah (60) dan Suryani (24) diduga menjadi korban pembunuhan.
Dugaan ini muncul karena di rumah korban di Dusun Penghijauan, Desa Pasar Baru, ditemukan sebilah kampak. Selanjutnya di sekitar lokasi korban ditemukan ada bercak darah.
Kedua jasad korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Penyidik Reserse Kriminal Polres Kuansing berusaha mengungkap pelaku dengan mengumpulkan bukti di lokasi dan meminta keterangan saksi.
Kapolres Kuansing Ajun Komisaris Besar Rendra Oktha Dinata menjelaskan, jasad kedua korban pertama kali ditemukan oleh Umar, pacar Suryani. Tujuan pacar korban datang ke rumah karena sudah beberapa hari tidak bisa ditelepon.
"Sejak 26 September korban tak bisa dihubungi, begitu juga ibunya, saksi datang ke rumah pada 27 September," kata Rendra, Rabu siang, 28 September 2022.
Saksi datang berniat bertanya kenapa telepon korban tidak aktif. Di lokasi, saksi menemukan pemandangan mengerikan karena pacar dan calon mertuanya itu bersimbah darah.
Saat sampai di rumah, saksi melihat pintu terbuka. Sementara lampu tidak ada satupun hidup, kemudian melaporkan kejadian ini ke keluarga korban di dusun lain.
"Awalnya saksi tidak masuk karena takut menjadi masalah nanti, kemudian melapor dulu ke pihak keluarga korban," kata Rendra.
Keluarga korban juga bercerita bahwa ibu dan anak itu juga tidak bisa dihubungi. Keluarga tadi datang ke rumah dan bersama-sama dengan Umar masuk ke rumah.
"Para saksi ini masuk ke rumah pakai senter karena listrik tidak hidup, kedua korban meninggal di salah satu ruangan," ujar Rendra.
Para saksi kemudian melapor ke kepala dusun. Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Pangean, pihak kecamatan dan desa untuk datang ke rumah korban.
"Saat ini kami masih menyelidiki kasus ini," ucap Rendra.
Selain pembunuhan, keduanya juga menjadi korban perampokan. Pasalnya, barang berharga di rumah korban tidak ditemukan lagi.
Rendra membenarkan hilangnya barang berharga korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihaknya untuk menemukan pelaku.
"Handphone, kalung dan motor korban tak ditemukan tapi kami belum dapat menarik kesimpulan (pembunuhan dan perampokan) karena itu baru berdasarkan fakta di TKP," kata Rendra.
Rendra menjelaskan, di rumah itu hanya tinggal ibu dan anak tersebut. Itu sudah terjadi beberapa hari belakangan karena suami korban Hasnah atau ayah dari korban Suryani berada di Mekkah.
"Suami korban melaksanakan ibadah umrah," sebut Rendra.
Awalnya, Hasnah dan suami berangkat sama-sama ke Tanah Suci itu. Hanya saja, korban Hasnah pulang lebih duluan karena menyelesaikan ibadah lebih cepat.
"Suaminya kurang sehat di sana sehingga korban pulang duluan," kata Rendra. (syu)
Berita Terkait :
- Seleksi P3K Jabatan Fungsional Guru Dimulai Oktober0
- Polisi Ungkap 41 Kasus Penyimpangan Solar Subsidi di Riau0
- KUA-PPAS Ditandatangani Segini Besaran APBD Perubahan Kota Pekanbaru0
- Gubri Berjumpa Syekh Ariful Bahri dan Mahasiswa Riau di Madinah0
- Mendag Zulhas: Mahasiswa Harus Siap Berkompetisi0
_Black11.png)









